KALTIMPOST.ID-Penajam Paser Utara (PPU) tengah berambisi besar mengubah wajah sektor pertaniannya dari ketergantungan alam menjadi lumbung pangan modern.
Hal itu ditegaskan oleh Bupati PPU Mudyat Noor saat menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (15/4).
Dalam pertemuan tersebut, Mudyat mengungkapkan, bahwa kendala utama yang mencekik potensi pertanian di wilayahnya adalah ketersediaan air yang tidak stabil. Tanpa infrastruktur irigasi yang memadai, petani hanya bisa pasrah pada curah hujan.
“Kunci utamanya ada pada sarana air. Jika infrastruktur ini tuntas, kita tidak lagi bicara soal sekali panen, tapi petani bisa bercocok tanam hingga tiga kali atau lebih dalam setahun,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab PPU mengajukan sejumlah bantuan infrastruktur krusial, di antaranya pompa dan irigasi pompa. Tujuannya untuk distribusi air yang lebih cepat.
Irigasi perpipaan yang berguna mengurangi pemborosan air ke lahan-lahan jauh. Hingga embung dan sumur alternatif sebagai cadangan air saat musim kemarau panjang.
Peningkatan kapasitas SDM petani melalui pelatihan juga menjadi prioritas agar alat mesin pertanian (alsintan) yang nantinya diberikan bisa dioperasikan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Selain itu, PPU telah menyiapkan ekosistem pendukung secara paralel. Selain pompa, pemkab fokus pada pengembangan kawasan pertanian terpadu dan optimalisasi lahan-lahan tidur yang selama ini mangkrak,” papar Mudyat.
Andi Amran Sulaiman memberikan lampu hijau terhadap usulan tersebut. Ia mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan bupati PPU dan menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mengucurkan dukungan.
“Kami siap dukung daerah yang punya komitmen nyata. Silakan ajukan usulannya secara detail. Banyak program yang bisa kita sinergikan untuk menggenjot produksi pangan nasional sekaligus menyejahterakan petani,” ujar Amran. (ami/rd)
Editor : Romdani.