PENAJAM- Puluhan anak mengikuti prosesi khitanan yang diinisiasi oleh Tim Perkutut Hunter's Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Berhelat di Kantor Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, meninjau langsung prosesi jalannya bakti sosial tersebut didampingi Direktur RSUD RAPB PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro, serta Camat Babulu Yayu Eka Pratiwi.
Dalam sambutannya, Mudyat Noor, menyampaikan bahwa khitan bukan sekadar menjalankan kewajiban agama, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda.
“Khitan adalah kewajiban bagi umat muslim, namun di sisi medis, manfaatnya sangat besar untuk mencegah berbagai penyakit. Dengan menjaga kebersihan sejak dini, anak-anak kita akan tumbuh lebih sehat, terutama di tengah kondisi lingkungan yang menuntut kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan,” ujar Mudyat.
Ia menekankan, bahwa kegiatan semacam ini merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial.
"Kami berharap kemandirian desa di PPU terus meningkat sehingga mampu menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, " ujarnya.
Sementara itu, dr Lukasiwan Eddy Saputro, menambahkan, khitanan masal ini merupakan program rutin dari RSUD RAPB PPU. Peserta (anak) yang mengikuti kali ini diperkirakan sekitar 30 anak.
"Antusias mereka cukup tinggi. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang memastikan prosesi berjalan lancar dan aman,” ungkap dr Lukas.
Selain itu, Yayu Eka Pratiwi juga menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan pemerintah desa adalah kunci keberhasilan pelayanan publik. "Kamiberharap sinergi ini terus berlanjut di masa mendatang demi kesejahteraan warga Babulu," timpalnya. (*)
Editor : Ismet Rifani