KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Harapan pelajar di wilayah Sepaku untuk menikmati fasilitas bus sekolah nampaknya masih harus tertunda lama. Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) mengungkapkan bahwa armada bus sekolah yang ada di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut sudah berhenti beroperasi sejak hampir sewindu lalu.
Kondisinya pun memprihatinkan. Bus tersebut kini berstatus rusak berat dan terbengkalai. Hal ini dikonfirmasi oleh Kabid Lalu Lintas Angkutan (LLA) Dishub PPU, Habibi Ibrahim, mewakili Kepala Dishub PPU Agus Dahlan.
"Bus mengalami kerusakan total, termasuk pada bagian sasis dan kaki-kaki. Ini dipicu oleh kondisi jalan di Sepaku yang saat itu memang belum memadai (sebelum pembangunan IKN). Karena masuk kategori mati total, biaya perbaikannya diperkirakan akan sangat besar," ujar Habibi saat ditemui di ruangannya, Rabu (22/4).
Baca Juga: Turun Tipis 0,72 Persen, Daya Beli Petani Kaltim Tetap Tinggi di Level 148
Habibi menyebutkan, mekanisme rencana dalam pengusulan bantuan bus sekolah biasanya dilakukan secara kolektif oleh pemerintah daerah atas permintaan dari pemerintah pusat atau provinsi. "Dia pasti menyurat, ada pemberitahuan ke pemerintah daerah atau pemerintah provinsi untuk mengusulkan bus sekolah," ujar Habibi.
Menurutnya, meski pengusulan telah dilakukan ke tingkat provinsi, realisasinya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Selama ini, sebagian besar bus sekolah di berbagai daerah merupakan bantuan dari anggaran pusat.
Habibi mengklaim, ada satu unit bus sekolah yang pernah beroperasi di wilayah Sepaku, sebelum adanya Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, diketahui saat ini bus tersebut kini dalam kondisi rusak berat dan sudah tidak beroperasi selama kurang lebih tujuh hingga delapan tahun.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Terbaru 2026: Roy Suryo Singgung Dugaan Ijazah Palsu Rismon
Saat ini, lanjut Habibi, kebutuhan transportasi sekolah di beberapa wilayah, seperti Babulu dan Waru, terbantu oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Setidaknya ada tiga perusahaan yang dilaporkan mengoperasikan bus sekolah berwarna kuning, yakni PT WKP, STN, dan KMS. Armada perusahaan ini beroperasi di rute-rute spesifik, seperti dari arah Babulu, Waru, hingga Penajam. “Terutama untuk menjemput anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar pada jam berangkat dan pulang sekolah,” tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo