PENAJAM– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026. SE 2026 tersebut rencananya akan dijadwalkan pada Mei – Agustus 2026.
Kepala BPS PPU, Suko Haryono, melalui staf tim Statistik Harga, BPS PPU, Faliq Ridho mengatakan, SE tersebut bertujuan untuk memotret peta kekuatan ekonomi di wilayah PPU secara menyeluruh. “Sensus Ekonomi dilakukan setiap 10 tahun sekali,” kata Faliq, ditemui di BPS PPU, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, pihak BPS PPU akan melakukan pendataan terhadap seluruh skala usaha, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar. Ruang lingkup pendataan mencakup berbagai kategori seperti sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, jasa-jasa, serta sektor lainnya. “Dari data sensus ekonomi tahun 2016, sektor perdagangan di PPU menjadi sektor dengan jumlah pelaku usaha terbanyak,” ujarnya.
Faliq menjelaskan, bahwa sensus ini menyasar seluruh pelaku usaha. Sebab, sifatnya adalah pendataan menyeluruh (sensus). Sebagai perbandingan, pada Sensus Ekonomi tahun 2016 lalu, tercatat 18.965 usaha yang terdata di PPU.
"Kami berharap masyarakat PPU bisa turut serta aktif berpartisipasi. Jika ada petugas yang datang, mohon diberikan respon yang positif untuk membantu kami mencatat usaha-usaha yang ada," imbuhnya.
Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah PPU diyakini akan menjadi faktor pendorong signifikan terhadap peningkatan jumlah pelaku usaha dibandingkan periode sepuluh tahun sebelumnya (2016). “Data hasil Sensus Ekonomi 2026 ini direncanakan akan dirilis dan didiseminasi pada akhir tahun 2026 mendatang,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani