Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pilu Korban Gigit Telinga hingga Putus di PPU, Dokter Punya Waktu 6 Jam untuk Bisa Menyambung

Ari Arief • Senin, 27 April 2026 | 12:07 WIB

 


Pelajar kelas 9 sebuah SMP di PPU saat ini mendapatkan perawatan intensif setelah telinga kanannya putus akibat digigit teman sekolahnya, Jumat (24/6).(ist/kp)
Pelajar kelas 9 sebuah SMP di PPU saat ini mendapatkan perawatan intensif setelah telinga kanannya putus akibat digigit teman sekolahnya, Jumat (24/6).(ist/kp)

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Sebuah insiden traumatis seperti putusnya daun telinga atau kuping akibat gigitan manusia bukan sekadar luka fisik biasa.

Dalam dunia medis, ini adalah kondisi darurat yang menuntut kecepatan dan ketepatan. 

Keberhasilan penyambungan kembali atau replantasi sangat bergantung pada "Golden Period" dan cara penanganan awal di lokasi kejadian. 

Di Penajam Paser Utara (PPU) saat ini terjadi peristiwa seorang pelajar sebuah SMP yang telinga kanannya putus akibat diduga digigit oleh rekan sekolahnya, Jumat, 24 April 2026. Saat ini, korban sedang menjalani perawatan medis intensif di RSUD RABP PPU.

Baca Juga: Cekcok Bola Basket di PPU Berujung Brutal, Telinga Pelajar Putus Digigit Teman Sendiri
Literasi kesehatan menekankan bahwa potongan telinga yang terlepas harus diperlakukan dengan sangat hati-hati.

Langkah pertama yang krusial adalah mengamankan potongan tersebut. Dengan membersihkan segera dengan cairan infus NaCl steril jika tersedia. Namun, kesalahan fatal sering terjadi pada cara penyimpanan.


Hal terpenting adalah bungkus potongan telinga dengan kasa steril yang lembap, masukkan ke dalam plastik klip, baru kemudian letakkan di atas es batu. Hindari kontak langsung antara jaringan telinga dengan es untuk mencegah frostbite atau kerusakan permanen pada sel.

Pasien harus segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit yang memiliki spesialis bedah plastik atau THT. Waktu terbatas  kurang dari 6 jam.

Baca Juga: Telinga Pelajar Putus Digigit di PPU, Korban Tuntut Ganti Rugi Rp50 Juta

Risiko Tinggi Infeksi Bakteri

Berbeda dengan luka sayatan benda tajam, gigitan manusia membawa risiko infeksi bakteri yang sangat tinggi. Mulut manusia adalah sarang kuman yang kompleks. Dalam banyak kasus, dokter seringkali dihadapkan pada pilihan sulit. Jika kondisi jaringan sudah membusuk, terkontaminasi berat, atau hancur, prosedur replantasi bisa saja dibatalkan demi keselamatan pasien secara umum.


Jika kondisi memungkinkan, tim medis akan melakukan serangkaian prosedur rumit. Debridemen: pembersihan luka secara menyeluruh dari bakteri sisa gigitan. Microsurgery: teknik bedah mikro untuk menyambung kembali pembuluh darah dan saraf yang ukurannya sangat kecil.

Opsi Rekonstruksi: jika replantasi gagal, dokter akan menempuh jalan rekonstruksi menggunakan tulang rawan dari rusuk pasien atau bahan sintetis. Pascaprosedur, pasien dipastikan akan menerima suntikan antibiotik dosis tinggi. Ini adalah benteng terakhir untuk menghalau infeksi berat yang dipicu oleh kuman dari mulut pelaku gigitan.


Mengingat kompleksitas dan tingginya risiko, konsultasi dengan spesialis bedah plastik adalah langkah mutlak yang tidak bisa ditunda. Dalam kasus ini, menunda satu jam bisa berarti kehilangan fungsi estetika telinga selamanya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#pelajar gigit telinga #perkelahian remaja #telinga pelajar putus digigit #ppu #penajam