KALTIMPOST.ID, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Penajam Paser Utara (PPU) kembali "ngebul".
Selasa (28/4) pagi, dapur umum yang berlokasi di Gedung SPPG Polres PPU resmi beroperasi kembali.
Bukan sekadar masak-masak biasa, operasional kali ini mendapat pengawalan superketat guna menjamin asupan gizi ribuan pelajar di Benuo Taka benar-benar aman.
Tak tanggung-tanggung, pengawasan dilakukan secara lintas fungsi. Personel Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam), Sidokkes, hingga Siwas Polres PPU turun tangan memelototi setiap detail proses, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Wakapolres Kompol Awan Kurnianto menegaskan, pengaktifan kembali SPPG ini adalah komitmen polri dalam mendukung program pemenuhan gizi generasi muda.
"Kami ingin memastikan makanan yang sampai ke tangan pelajar benar-benar higienis dan memenuhi standar gizi. Karena itu, pengawasan dilakukan di setiap tahapan produksi," ujar Kompol Awan Kurnianto saat memantau lokasi.
Aspek keamanan pangan (food safety) menjadi menu utama dalam inspeksi tersebut. Tim Sidokkes melakukan uji organoleptik untuk menilai rasa, bau, dan tekstur.
Tak berhenti di situ, petugas juga menggunakan food safety kit untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya.
"Semua sampel kami uji. Hasilnya, makanan dinyatakan aman dan negatif dari kandungan formalin, boraks, nitrit, arsenik, hingga sianida," ungkap tim medis di lapangan.
Dapur raksasa ini dikomandoi oleh Kepala SPPG Polres PPU, Yoggi Adjie Nugroho, dengan kekuatan 30 personel karyawan.
Urusan nutrisi pun tak main-main, mereka menggandeng tenaga ahli gizi Sharfina Duroothul Hikmah, S.Tr.Gz untuk menyusun komposisi menu yang seimbang bagi pertumbuhan anak sekolah.
Pada hari perdana operasionalnya kemarin, sebanyak 1.189 porsi makanan sehat didistribusikan.
Sasarannya menyisir sejumlah sekolah, mulai dari TK Kemala Bhayangkari, SDN 038 Penajam, SMPN 21 Penajam, hingga SMAN 8 Penajam.
"Distribusi kami bagi dalam dua rute menggunakan kendaraan operasional khusus. Ini penting agar makanan tetap dalam kondisi layak konsumsi dan tiba tepat waktu sebelum jam istirahat sekolah," tambah Yoggi.
Langkah Polres PPU ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian tidak hanya bicara soal kamtibmas, tapi juga ambil bagian dalam mencetak generasi emas melalui piring makan yang sehat dan aman.
Editor : Hernawati