KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Sampah seringkali dipandang sebelah mata, dianggap bau, dan lekat dengan sumber penyakit.
Namun, di tangan Kelompok Bank Sampah Mekar Bersama RT 028 Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU), paradigma itu dibalik total.
Di sana, limbah rumah tangga justru disulap menjadi pundi-pundi ekonomi yang menjanjikan.
Langkah produktif warga ini mendapat dukungan penuh dari korps baju cokelat. Pada Selasa (28/4) siang, jajaran Polsek Waru bersama Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (ASPI) turun ke lapangan.
Mereka memperkuat sinergi melalui Program Asri Polri—sebuah inisiatif yang memadukan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kapolsek Waru, Iptu Lilik Sulistiya, menyebut kolaborasi ini adalah bentuk nyata bahwa Polri hadir tidak hanya untuk urusan keamanan, tapi juga kesejahteraan sosial.
“Kami menggandeng ASPI untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Kita ingin sampaikan pesan kuat bahwa sampah itu bernilai. Jika dikelola dengan benar, ia bukan lagi beban lingkungan, melainkan aset ekonomis,” kata Iptu Lilik usai meninjau proses pengolahan limbah di lokasi.
Di halaman Bank Sampah Mekar Bersama, Lilik menyaksikan sendiri bagaimana sampah organik—mulai dari sisa makanan hingga daun kering—bertransformasi menjadi pupuk kompos berkualitas.
Tak hanya itu, limbah non-organik pun "naik kelas" menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang siap dipasarkan.
Sunanik, ketua Kelompok Bank Sampah Mekar Bersama, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Usaha yang mereka rintis selama ini bahkan telah mendapat pengakuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU.
“Kehadiran Pak kapolsek dan rekan-rekan ASPI menjadi suntikan motivasi bagi kami. Harapannya, kerja sama ini semakin luas agar lebih banyak warga Waru yang terlibat aktif mengelola sampah secara kreatif,” tutur Sunanik.
Melalui sinergi ini, Kelurahan Waru diharapkan bisa menjadi pilot project bagi wilayah lain di Penajam Paser Utara.
Bahwa lingkungan yang bersih dan dompet yang tebal bisa berjalan beriringan, asalkan ada kemauan untuk mengolah apa yang selama ini dianggap dibuang.
Editor : Hernawati