KALTIMPOST.ID, PENAJAM–"Ah, cuma pegal biasa," atau "Paling karena salah tidur." Kalimat-kalimat ini seringkali menjadi alasan masyarakat untuk mengabaikan rasa nyeri di area pinggang. Padahal, di balik rasa pegal yang dianggap remeh, bisa jadi tersimpan ancaman gangguan saraf yang serius.
Sadar akan minimnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan saraf tulang belakang, dr. Ricky Gunawan, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi (Saraf), memberikan edukasi langsung kepada para pengunjung di ruang tunggu RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (29/04/2026).
Dalam sosialisasi yang berlangsung interaktif tersebut, dr. Ricky menekankan bahwa nyeri pinggang atau Low Back Pain (LBP) bukan sekadar masalah otot. Ia membedah gejala-gejala yang menjadi sinyal bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja.
Mulai dari nyeri menjalar (ischialgia) dan rasa sakit yang tidak diam di pinggang, melainkan merambat turun ke bokong hingga ujung kaki.
Baca Juga: RSUD RAPB PPU Targetkan Datangkan Spesialis Bedah Urologi dan Toraks Kardiovaskular Tahun Ini
Ini seringkali menjadi tanda adanya jepitan saraf. Adanya sensasi kesemutan dan kebas, dan hal itu, kata dia, sebagai munculnya rasa "seperti ditusuk jarum" atau mati rasa pada area kaki.
Berikutnya kekakuan di pagi hari, seperti pinggang terasa kaku dan sulit digerakkan saat bangun tidur atau setelah duduk terlalu lama. Kelemahan gerak, seperti tungkai terasa berat atau lemah saat digunakan untuk berjalan atau menaiki tangga.
"Banyak pasien datang saat kondisinya sudah kronis atau bahkan sudah mengalami kelemahan anggota gerak. Padahal, jika dikenali sejak dini, penanganannya jauh lebih sederhana dan efektif," ujar dr. Ricky di hadapan puluhan pengunjung yang menyimak dengan antusias.
Mengapa Pinggang Kita Rentan?
Ricky menjelaskan bahwa gaya hidup modern menjadi pemicu utama. Posisi duduk yang salah dalam waktu lama, cara mengangkat beban yang keliru (membungkuk, bukan berjongkok), hingga faktor berat badan berlebih menjadi beban berat bagi tulang belakang.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan obat pereda nyeri secara sembarangan tanpa resep dokter hanya akan "menidurkan" gejala tanpa menyembuhkan penyebab utamanya.
Langkah Preventif di Rumah
Selain mengenali gejala, dr. Ricky memberikan tips praktis bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan pinggang sehari-hari. Perbaiki postur dengan memastikan punggung tegak saat duduk dan gunakan bantal penyangga jika perlu.
Peregangan rutin dengan melakukan senam ringan atau peregangan otot pinggang di sela-sela aktivitas pekerjaan. Jangan angkat beban berat sendiri atau gunakan teknik yang benar dengan tumpuan pada kaki, bukan pada punggung.
Suasana ruang tunggu RSUD RAPB PPU mendadak berubah menjadi ruang diskusi yang hidup. Beberapa pengunjung tampak melontarkan pertanyaan mengenai keluhan yang selama ini mereka rasakan namun takut untuk diperiksakan.
Baca Juga: RSUD RAPB Bakal Dilengkapi Fasilitas CT Scan dan Cath Lab
Melalui kegiatan ini, RSUD RAPB berharap masyarakat tidak lagi ragu untuk berkonsultasi ke poli saraf jika merasakan gejala-gejala tersebut.
Nyeri pinggang yang ditangani dengan tepat sejak awal bukan hanya menghilangkan rasa sakit, tapi juga mencegah risiko kecacatan jangka panjang sehingga produktivitas sehari-hari tetap terjaga.
Masyarakat yang memiliki keluhan nyeri pinggang kronis dapat berkonsultasi dengan tim spesialis saraf di Poli Neurologi RSUD RAPB PPU pada jam operasional layanan. (*)
Editor : Almasrifah