KALTIMPOST.ID, - Ruang Gedung Serbaguna Polres Penajam Paser Utara (PPU) mendadak riuh, Jumat (1/5).
Tak ada raungan sirene atau barisan apel formal yang kaku. Yang ada justru gurauan hangat dan rona bahagia yang terpancar dari wajah orang nomor satu di Korps Bhayangkara Benuo Taka, PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU.
Hari itu, perwira menengah yang dikenal dekat dengan anak buahnya tersebut genap berusia 42 tahun. Sebuah angka yang menandai kematangan personal sekaligus kepemimpinan.
Meski bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, suasana internal Polres PPU justru diselimuti balutan kekeluargaan.
Inisiatif datang dari para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek, hingga ibu-ibu Bhayangkari. Mereka merancang sebuah selebrasi sederhana, namun sarat makna.
"Kami ingin memberikan apresiasi kecil untuk pimpinan yang selama ini selalu berdiri di depan bukan hanya sebagai komandan, tapi juga sebagai orang tua bagi kami," ujar Kapolsek Waru, Iptu Lilik Sulistiya.
Mewakili seluruh personel, Lilik tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya.
Di mata anggota, Andreas Alek Danantara bukan sekadar sosok tegas dalam penegakan hukum, melainkan figur teladan yang humanis.
"Selamat ulang tahun ke-42, Komandan. Semoga selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin. Doa kami, Bapak terus menjadi kompas bagi kami semua dalam melayani masyarakat," ucap Lilik dengan nada tulus.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng. Sebilah pisau memotong pucuk nasi kuning, simbol rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Potongan pertama diberikan kepada perwakilan personel, sebuah gestur kecil yang menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, tak ada sekat yang menghalangi komunikasi antara pimpinan dan bawahan.
Mendapat kejutan tersebut, AKBP Andreas Alek Danantara tampak tersenyum lebar. Baginya, kado terindah bukanlah barang mewah, melainkan soliditas tim yang tetap terjaga di tengah beban tugas yang tak ringan.
"Jujur, saya sangat tersentuh. Terima kasih untuk seluruh personel dan Bhayangkari. Kebersamaan ini adalah energi bagi saya. Mari kita jaga kekompakan ini demi memberikan pelayanan terbaik, yang Presisi dan humanis untuk warga PPU," ungkap Kapolres, kalem.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Apa yang tersaji di Gedung Serbaguna siang itu lebih dari sekadar perayaan hari lahir. Ia adalah potret kemesraan institusi.
Di tengah tuntutan profesionalisme Polri, momen-momen emosional seperti ini menjadi lem perekat yang memperkuat fondasi organisasi.
Acara ditutup dengan ramah tamah. Canda tawa pecah, sejenak melupakan penatnya rutinitas patroli dan penjagaan.
Dari sudut ruangan, terlihat jelas bahwa di tangan Andreas Alek, Polres PPU bukan hanya sebuah kantor polisi, melainkan sebuah rumah besar yang penuh dengan rasa kekeluargaan.
Editor : Hernawati