Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perkuat Akses Kesehatan di Penyangga IKN, Klinik Pratama Santo Borromeus Resmi Beroperasi

Ahmad Maki • Minggu, 3 Mei 2026 | 17:23 WIB
RESMIKAN KLINIK: Margono Hadisutanto menyampaikan sambutan Bupati PPU, Mudyat Noor, dalam peresmian Klinik Pratama Santo Borromeus di kawasan Maridan, Kecamatan Sepaku, Sabtu (2/5/2026).
RESMIKAN KLINIK: Margono Hadisutanto menyampaikan sambutan Bupati PPU, Mudyat Noor, dalam peresmian Klinik Pratama Santo Borromeus di kawasan Maridan, Kecamatan Sepaku, Sabtu (2/5/2026).

PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara resmi membuka operasional Klinik Pratama Santo Borromeus di kawasan Maridan, Kecamatan Sepaku, Sabtu (2/5/2026).

Peresmian ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, sekaligus merespons kebutuhan mendesak di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Mewakili Bupati PPU, Mudyat Noor, peresmian yang dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Margono Hadisutanto, ini diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam sambutan tertulis Bupati PPU yang dibacakan dalam kegiatan tersebut, Margono menekankan, bahwa kehadiran klinik ini harus dibarengi dengan komitmen tinggi dalam pelayanan. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan sistem kesehatan berjalan optimal, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan mobilitas tinggi di wilayah Sepaku.
"Hal ini menuntut tidak hanya penambahan fasilitas, tetapi juga jaminan ketersediaan tenaga medis, kelengkapan sarana, serta sistem rujukan yang efektif," ujar Margono.

Lebih lanjut, ia menekankan agar pelayanan yang diberikan harus mengedepankan profesionalisme, mulai dari kecepatan, ketepatan, hingga sikap yang non-diskriminatif.
"Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh fasilitas kesehatan di PPU agar senantiasa menjaga kualitas layanan demi meminimalisir keluhan masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Pembangunan Klinik, Frederik Jhon, menceritakan kembali perjalanan panjang berdirinya fasilitas kesehatan ini. Pihak Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus telah merintis rencana ini sejak 2021.
Frederik mengenang kondisi Sepaku saat survei awal dilakukan beberapa tahun silam. "Kami datang saat kondisi masih sangat terbatas, bahkan sebagian wilayah masih berupa hutan. Tapi, justru di situ kami melihat kebutuhan yang besar," ungkapnya.

Proses pembangunan fisik yang dimulai pada tahun 2024 pun tidak lepas dari rintangan, mulai dari faktor cuaca hingga medan lapangan yang menantang. Berkat sinergi antara masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan pihak yayasan, proyek ini akhirnya dapat diselesaikan. (*)

Editor : Ismet Rifani
#resmikan klinik #Klinik Pratama Santo Borromeus #Margono Hadisutanto