KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Tiga tokoh asal Penajam Paser Utara (PPU) kembali membuahkan apresiasi di tingkat provinsi. Dalam ajang Parade Gender Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 yang digelar pada peringatan Hari Kartini ke-147. Menyabet penghargaan bergengsi sebagai Gender Champion.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU, dr Jansje Grace Makisurat, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang dilakukan sejak tahun sebelumnya.
"Penilaiannya sebenarnya sudah dimulai tahun lalu. Dari empat atau lima kandidat yang kami kirim, tiga orang berhasil lolos seleksi. Ini prestasi membanggakan karena dari seluruh daerah di Kaltim, PPU yang paling banyak memboyong penghargaan," ujar Grace saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Baca Juga: Tarif Air Berpotensi Naik, Perumda AMDT PPU Yakin Warga Masih Mampu Bayar
Tiga sosok peraih penghargaan tersebut adalah Yuni Nurhayati, melalui usaha Batik Sekar Buen, dinilai sukses membangun model pemberdayaan perempuan berbasis kelompok. Ia memfasilitasi para perempuan setempat untuk mandiri secara ekonomi.
Kemudian Wartono Mustafa, yang berhasil mengintegrasikan isu pelestarian alam dengan sektor pariwisata. Melalui program wisata susur sungai, ia mampu menarik wisatawan mancanegara sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem.
Serta Yani, yang diakui atas pengabdiannya di dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan akses pengajaran bagi anak-anak di sekolah swasta. “Ketiganya dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di bidang yang berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: Guru Kurang hingga Sarpras Tak Merata, Pekerjaan Rumah untuk Pendidikan Samarinda
Grace menambahkan, keberhasilan para pemenang tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan DP3AP2KB PPU, terutama dalam penyajian data dan substansi program.
"Kami mendukung penuh, mulai dari penguatan materi hingga perbaikan konten video profil mereka. Kami pastikan unsur keterlibatan gender dan indikator pemberdayaannya terlihat kuat dan faktual," imbuhnya.
Melihat banyaknya potensi tokoh masyarakat, khususnya kaum perempuan di PPU yang memiliki inovasi tinggi namun belum terekspos, DP3AP2KB berencana melakukan langkah proaktif di masa depan.
"Ke depan, kami akan melakukan inventarisir kelompok-kelompok masyarakat secara lebih menyeluruh. Tujuannya agar kita bisa memberikan stimulus yang tepat sehingga potensi mereka bisa berkembang lebih maksimal dan memberikan dampak luas bagi daerah," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo