PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, berharap pemerintah pusat, melalui Kementerian Haji dan Umrah, dapat memberikan tambahan kuota bagi jemaah regular di Benuo Taka, sebutan PPU. Hal ini dinilai memungkinkan, terutama dengan adanya kebijakan penghentian sementara Visa Haji Furoda yang diharapkan bisa memberikan ruang lebih bagi jemaah di jalur reguler.
"Kita sih masih usahakan untuk menambah kuota jemaah ini. Karena selain lama, daftar tunggunya semakin panjang," ujar Mudyat Noor, usai melepas Jamaah Calon Haji (JCH), di aula Masjid Agung Al Ikhlas Is¬lamic Center PPU, Rabu (6/5/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU juga berupaya mencari solusi atas semakin panjangnya daftar tunggu (waiting list) JCH di wilayah ini.
Meski ada perubahan rumus kuota, masa tunggu haji di PPU kini terpangkas menjadi 29 tahun, dari yang sebelumnya sempat menyentuh angka 39 tahun. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah PPU, Untuk tahun ini, JCH yang diterbangkan melalui Kelompok Terbang (Kloter) 8 Balikpapan sebanyak 148 JCH, dan satu orang melalui kloter 14, tiga orang melalui kloter 15, serta satu orang berangkat lebih dulu melalui kloter 4 Balikpapan. Totalnya 153 JCH. Sedangkan untuk daftar tunggu saat ini, tercatat lebih dari 3.500 orang masih berada dalam antrian daftar tunggu di PPU.
Selain masalah kuota, Mudyat Noor, juga menyoroti dominasi jemaah lanjut usia (lansia) dalam keberangkatan haji saat ini. Menurutnya, jemaah usia muda yang berangkat saat ini mayoritas merupakan jemaah pengganti dari orang tua yang sakit atau telah meninggal dunia. “Seperti yang ada sekarang, kita lihat itu kan lebih banyak jamaah yang sudah lansia ketimbang yang muda,” sebutnya.
Disinggung terkait sosialisasi yang dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah, berdasarkan Kemenhaj 2026, yang berfokus pada pendaftaran haji sejak usia dini untuk mengatasi antrean panjang yang mencapai belasan hingga puluhan tahun. Ia juga menyampaikan, agar masyarakat dapat mulai mempersiapkan keberangkatan haji sejak dini.
“Diharapkan dapat mulai menabung sejak dini agar saat kuota didapat, kondisi finansial sudah siap,”ucapnya. Menurutnya, dengan mendaftar lebih awal, jamaah diharapkan dapat berangkat di usia matang sehingga masih memiliki tenaga yang kuat untuk menjalankan ibadah. Sebab, jamaah muda dinilai lebih mampu menjaga kesehatan secara mandiri selama di tanah suci. (riz)
Editor : Muhammad Rizki