Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekowisata Mangrove PPU Dapat Hibah Rp140 Juta, Pemerintah Bidik Wisata Berkelanjutan

Ahmad Maki • Minggu, 10 Mei 2026 | 08:30 WIB
Sekretaris Ditjen PDASRH Kementerian Kehutanan, dr Muhammad Zainal Arifin menyaksikan penandatanganan bantuan program M4CR untuk Pokdarwis Tanjung Berseri di Kelurahan Kampung Baru, PPU, Jumat (8/5/2026).
Sekretaris Ditjen PDASRH Kementerian Kehutanan, dr Muhammad Zainal Arifin menyaksikan penandatanganan bantuan program M4CR untuk Pokdarwis Tanjung Berseri di Kelurahan Kampung Baru, PPU, Jumat (8/5/2026).

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Kawasan pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mendapat dukungan pengembangan melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR). Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri di Kelurahan Kampung Baru resmi menerima hibah sebesar Rp140 juta.

Bantuan tersebut disalurkan melalui penandatanganan kontrak swakelola tipe IV dalam bentuk bantuan pemerintah hibah usaha produktif (matching grants), Jumat (8/5/2026).

Dana hibah itu akan digunakan untuk memperkuat fasilitas penunjang di kawasan Ekowisata Mangrove Kampung Baru agar semakin layak dan nyaman bagi wisatawan.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Harga Dexlite Naik Picu Antrean Solar Subsidi di Balikpapan, Truk Mengular 1,3 Kilometer di SPBU KM 13 dan KM 15

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin mengatakan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan.

“Program ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi mangrove yang dipadukan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan,” ujar Zainal di sela kegiatan.

Manager Provincial Project Implementation Unit M4CR Kaltim Asman Aziz menambahkan, M4CR merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan World Bank yang kini berada di bawah koordinasi Ditjen PDASRH Kementerian Kehutanan.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami berharap program ini tidak berhenti pada seremonial atau pembangunan fisik semata, tetapi benar-benar berkelanjutan bagi kesejahteraan warga,” katanya.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Prancis 2026 Hari Ini: Veda Ega Start Posisi 6 di Le Mans Live Trans7

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU Nicko Herlambang yang hadir mewakili Bupati PPU Mudyat Noor menyebut bantuan tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat wisata hijau berbasis masyarakat.

Nicko mengingatkan agar pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan berorientasi jangka panjang. Dia juga meminta pengelola wisata terus meningkatkan promosi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Kawasan mangrove memiliki potensi besar. Namun, pengelolaannya tidak boleh hanya berjalan saat ada bantuan. Promosi dan kapasitas SDM harus terus diperkuat,” tegasnya.

Saat ini, pengembangan ekowisata di PPU masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur pendukung hingga kemampuan manajerial pengelola wisata. Karena itu, dukungan berkelanjutan dinilai penting agar sektor wisata pesisir mampu berkembang lebih optimal. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#M4CR #Pokdarwis Tanjung Berseri #Ekowisata mangrove #Kampung Baru Ulu Balikpapan