KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Menghadapi fenomena El Nino Godzilla yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Oktober mendatang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan kesiapan tempurnya dalam memitigasi anomali ancaman cuaca ekstrem tersebut.
Kesiapan itu dirangkai dengan apel pergelaran peralatan dan kesiapsiagaan personel secara maraton selama sepekan di seluruh posko wilayah PPU. Mulai 7 – 13 Mei, mulai pergelaran peralatan dan kesiapsiagaan di Posko Sepaku, Maridan, Penajam, Sotek, dan Petung, Waru serta Babulu.
Selain memastikan kesiapan fisik, apel tersebut juga menjadi tahapan evaluasi performa personel yang telah bekerja ekstra menjaga Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) selama lima bulan terakhir.
Kepala DPKP PPU Fernando Simanjuntak menyampaikan, kinerja solid para personel adalah kunci keberhasilan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) kepada warga.
"Apel ini adalah bentuk kesiapsiagaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh personel dan peralatan dalam kondisi prima untuk menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mungkin meningkat drastis akibat cuaca ekstrem," ujar Fernando, didampingi Kepala Bidang Pencegahan, Sarana dan Prasarana DPKP PPU, Jerry Rahimullah Syahid, SSTP di Posko Petung, Selasa (12/5).
Baca Juga: Syarat Terbaru Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Bencana di Balikpapan, Harus Ada Sertifikat?
Menurutnya, apel bukan hanya sekedar rutinitas pemeriksaan saja. Melainkan ada tiga misi utama yang diusung dalam inspeksi. Seperti pemeliharaan aset dalam memastikan seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) pemadam kebakaran dalam kondisi siap pakai dan terawat," jelasnya.
"Dari hasil pemeriksaan fisik, akan dijadikan data dasar analisa untuk perencanaan belanja tahun anggaran mendatang. Supaya tepat sasaran sesuai kebutuhan lapangan," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, memperkuat fungsi mitigasi untuk meminimalisir risiko kebakaran, baik di kawasan pemukiman maupun lahan terbuka.
Sementara itu, Lurah Petung, Achmad Fitriady, yang ikut dalam apel tersebut menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petugas pemadam dan aparat kelurahan untuk meminimalisir dampak bencana.
“Kami berterima kasih atas kerja kolaboratif DPKP, khususnya Posko Petung, dalam penanganan kebakaran beberapa bulan lalu. Ke depan, untuk memitigasi El Nino Godzilla, kami mengusulkan patroli keliling menggunakan kendaraan minimal dua kali seminggu, serta edukasi melalui selebaran dan media sosial secara masif,” ujar Adi, sapaan akrab Achmad Fitriady.
Ia berharap Posko Damkar Petung dapat menjadi percontohan dalam keselarasan pelaporan dan kecepatan respons. Dengan penguatan koordinasi ini, DPKP PPU berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Penajam Paser Utara. (*mekkah)
Editor : Dwi Restu A