PENAJAM– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mematangkan analisis untuk membuka trayek dan membangun pelabuhan lokal baru. Upaya analisis ini sebagai upaya mempertahankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah pengelolaan Pelabuhan speedboad Penajam resmi dialihkan dan dikembalikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov Kaltim, Januari lalu.
Selama ini, pelabuhan itu menjadi salah satu lumbung retribusi daerah yang cukup potensial. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, rata-rata kontribusi PAD yang dihasilkan dari sektor pelabuhan speedboat komersil tersebut mencapai sekitar Rp120 juta/tahun.
"Kemarin itu kita sebenarnya statusnya dikasih pinjam hak kelola oleh provinsi. Namun sekarang, pengelolaan kita kembalikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena kewenangan pelabuhan tersebut saat ini berada di ranah provinsi, otomatis retribusinya juga akan masuk ke kas provinsi," ujar Agus Dahlan, Senin (18/5/2026).
Untuk menambal potensi PAD tersebut, Dishub PPU kini mengalihkan fokus pada pengembangan jalur transportasi laut domestik yang menghubungkan antar-kecamatan dan kelurahan di wilayah PPU, seperti trayek pelabuhan Jenebora, Maridan, Pantai Lango, hingga Mentawir.
Saat ini, pihak LLA (Lalu Lintas dan Angkutan) bersama Bidang Sarpras (Sarana dan Prasarana), Dishub PPU, sedang mengkaji skema pelabuhan lokal yang terintegrasi ini. Namun, lanjut Agus, tantangan di sektor transportasi laut saat ini dinilai cukup tinggi mengingat konektivitas jalur darat di PPU sudah semakin merata dan tembus ke berbagai jalan wilayah pesisir.
"Sekarang akses jalan darat sudah tembus ke mana-mana, baik ke Jenebora maupun Pantai Lango. Akibatnya, ketergantungan masyarakat pada akses laut memang berkurang. Namun, potensi pesisir ini tetap perlu kita kembangkan agar jalur transportasi darat dan laut bisa saling terintegrasi," tambahnya.
Disinggung, terkait besaran retribusi pada trayek lokal baru nantinya, ia memastikan nilainya akan berbeda secara signifikan jika dibandingkan dengan jalur umum Penajam-Balikpapan yang selama ini padat penumpang dan memiliki aktivitas harian yang tinggi.
Selain mematangkan kajian rute, Dishub PPU juga membuka peluang adanya perubahan titik lokasi pelabuhan baru. Hal ini juga berkaitan dengan adanya usulan dari gubernur Kaltim mengenai penataan lokasi pelabuhan alternatif. "Untuk kepastian lokasinya, bisa jadi ada perubahan. Kita masih terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Perhubungan Provinsi terkait rencana ini," pungkasnya.
Di sisi perbandingan antar jalur darat - laut, keberadaan trayek laut lokal tetap menjadi pilihan masyarakat. Selain menghemat waktu tempuh dibandingkan memutar lewat jalur darat. transportasi laut dinilai menjadi opsi yang lebih singkat. (riz)
Editor : Muhammad Rizki