KALTIMPOST.ID, KALTIM - Perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terhadap sektor kesenian dan kebudayaan dinilai masih minim.
Memasuki satu tahun lebih kepemimpinan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, para pelaku seni mengaku belum merasakan adanya langkah konkret yang berpihak pada pengembangan budaya daerah.
Keluhan tersebut salah satunya disuarakan oleh Pembina Sanggar Seni Pandji Keroan Koetai Bersatu, Awang Irwan Setiawan.
Ia menyebut, harapan besar yang sempat diembuskan saat masa kampanye lalu hingga kini belum terealisasi di lapangan.
"Dulu memang ada penyampaian soal perhatian terhadap para pelaku seni dan budaya. Tapi sampai saat ini kami belum merasakan adanya perhatian khusus itu," ujar Awang kepada media massa, dikutip Selasa (19/5).
Awang menegaskan bahwa sikap kritis para penggiat seni ini sama sekali tidak berkaitan dengan urusan politik maupun pilihan dalam pilkada lalu.
Fokus utama para pelaku seni adalah keberlangsungan dan kelestarian seni budaya lokal di Bumi Etam, Kaltim.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah minimnya infrastruktur penunjang bagi komunitas seni. Menurut Awang, para seniman di Kaltim saat ini sangat membutuhkan ruang publik yang memadai, baik untuk proses latihan maupun sebagai wadah pertunjukan.
Dikatakannya, saat ini yang diperlukan meliputi kebutuhan utama berupa ruang kreatif, gedung teater, atau pusat kebudayaan.
Fungsinya untuk menampung aktivitas latihan rutin hingga pementasan skala besar. Dampak yang diharapkan adalah memastikan regenerasi dan eksistensi seni tradisional Kaltim tetap terjaga.
"Kami berharap ada tempat khusus semacam gedung atau teater yang bisa dipakai pelaku seni untuk latihan dan pentas. Itu yang sangat dibutuhkan sekarang," cetusnya.
Meski melayangkan kritik tajam, Awang enggan membandingkan performa pemerintahan saat ini dengan periode-periode sebelumnya.
Baca Juga: Temui Ratusan Warga Korpri Loa Bakung, Gubernur Rudy Mas’ud Janji Kaji Peralihan SHGB ke SHM
Ia menghormati bahwa setiap pemimpin memiliki gaya kebijakan yang berbeda.
Namun, ia menitipkan pesan agar Pemprov Kaltim segera mengambil tindakan nyata sebelum masa jabatan berjalan lebih jauh.
"Kami bukan bicara politik. Harapan kami sederhana, siapa pun pemimpinnya, seni dan budaya daerah tetap diperhatikan dan diberi ruang untuk berkembang," tegasnya. (*)
Editor : Almasrifah