Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Catat Ini! Bupati PPU Mudyat Noor Memastikan Tak Akan Memangkas TPP Guru dan ASN meski Dana Transfer dari Pusat Berkurang

Ahmad Maki • Kamis, 21 Mei 2026 | 07:15 WIB
Bupati PPU Mudyat Noor (dua kiri).
Bupati PPU Mudyat Noor (dua kiri).

KALTIMPOST.ID-Di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, Pemerintah Penajam Paser Utara (PPU) memastikan tidak akan melakukan pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk tenaga pendidik.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati PPU Mudyat Noor saat menjadi narasumber dalam Seminar Pendidikan Nasional di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (20/5).

“Alhamdulillah, walaupun daerah saat ini menghadapi badai fiskal, Pemkab PPU tetap berkomitmen tidak melakukan pemotongan TPP. Kami ingin para ASN, termasuk guru, tetap fokus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Seminar bertajuk Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Guru Berkualitas dan Pendidikan Bermutu untuk Generasi Masa Depan itu turut dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan di daerah penyangga IKN harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan IKN, PPU dinilai harus bergerak cepat meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung di Kalimantan Timur.

“Sebagai daerah penyangga terdekat dari IKN, PPU dituntut meningkatkan kualitas SDM agar masyarakat lokal tidak kalah bersaing,” katanya.

Baca Juga: Warga Kubar Masih Kesulitan Mendapatkan Solar Subsidi, Diduga Kuat Pengetap BBM Jadi Penyebab Kelangkaan Minyak Diesel

Selain fokus pada kesejahteraan tenaga pendidik, Pemkab PPU juga mulai memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Program tersebut meliputi pembiasaan disiplin, penguatan wawasan kebangsaan, gotong royong, hingga kegiatan keagamaan yang diterapkan secara bertahap di sekolah-sekolah.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

“Pendidikan tidak hanya soal kemampuan akademik. Yang tidak kalah penting adalah membentuk karakter anak-anak kita agar memiliki akhlak, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi daerah dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan kawasan IKN yang diperkirakan akan membawa perubahan sosial dan ekonomi cukup besar di wilayah penyangga.

Pemkab PPU berharap dukungan terhadap kesejahteraan ASN dan penguatan karakter pendidikan dapat menjadi pondasi dalam menciptakan SDM lokal yang berkualitas, kompetitif, sekaligus memiliki integritas di tengah transformasi pembangunan nasional di IKN. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Transfer ke Daerah TKD #Kutai Barat #Bupati PPU Mudyat Noor