Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Proyek Fisik PPU Jalan di Tempat, Muhajir Buka Suara Soal Isu Pinjam Bank Daerah untuk Bayar Utang

Ahmad Maki • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir.

 

PENAJAM- Memasuki triwulan kedua atau semester pertama tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) tercatat belum mampu mengeksekusi satu pun proyek pembangunan, baik fisik maupun non-fisik. Lantaran, dilematis terhadap kebijakan fiskal pusat di sepanjang tahun 2026.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, mengatakan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah memprioritaskan penyelesaian utang daerah sebelum melangkah lebih jauh pada realisasi proyek-proyek baru. Disinggung mengenai progres proyek yang seharusnya sudah berjalan, Muhajir tidak menampik adanya hambatan yang menjadi kendala tersendiri bagi jalannya pembangunan.

"Kita fokus dulu di bagaimana penyelesaian utang dulu lah ya," ujar Muhajir, belum lama ini. Meskipun belum ada utang yang terbayar sepenuhnya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Saat ini, seluruh tahapan penyelesaian utang sedang diproses, utamanya pada urusan administrasi.

Baca Juga: Satpol PP Kutim Tertibkan Banner Vulgar dan Tak Berizin

"Tahapan-tahapannya berproses semua untuk penyelesaian utang kita ini. Kalau pembayaran belum ada, tapi tata administrasinya lah paling tidak berjalan," jelasnya. Disinggung kembali juga terkait rumor akan rencana pengambilan dana atau dengan bank daerah untuk menutupi kewajiban tersebut, Muhajir menyatakan bahwa langkah tersebut belum dilakukan.

"Belum lah ya, belum ada," tambahnya sembari tersenyum. Ia mengakui, hingga saat ini, Pemkab PPU terus melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan. Ia menyembutkan, fokus utama yang dikejar pemkab adalah kejelasan terkait transfer kurang bayar dari pusat yang diharapkan bisa menjadi solusi atas persoalan keuangan daerah.

Ia juga mengakui bahwa tanggapan dari pusat masih membentur realita kondisi ekonomi nasional. "Ya memang penyampaiannya kondisi keuangan negara juga lagi ini, mengalami kendala. Jadi ya seperti itu," ungkapnya. Disinggung mengenai langkah atau strategi khusus yang akan diambil Pemkab PPU jika kondisi keuangan ini terus mandek hingga bulan Juni mendatang (semester pertama), Muhajir menyatakan pihak daerah akan tetap merumuskan berbagai upaya terbaik demi keluar dari situasi sulit ini. "Nanti kita lihatlah ya, di pemerintah daerah mesti kita ada upaya-upaya ke arah sana. Nanti kita coba diskusikan terkait dengan ini," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#BPKAD Penajam Paser Utara #Penajam Paser Utara Festival 2023