Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hasil Sidak di Toko Moderen: Pasokan Mulai Membaik, Harga Merangkak Naik

Ahmad Maki • Jumat, 22 Mei 2026 | 12:32 WIB
Barang yang datang langsung dibanderol dengan harga baru yang lebih tinggi. (IST)

 
Barang yang datang langsung dibanderol dengan harga baru yang lebih tinggi. (IST)  

 

PENAJAM - Selain menggelar inspeksi Dadakan (Sidak) secara terpadu di sejumlah pasar rakyat, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga melakukan sweeping toko swalayan atau toko modern seperti Fina Mart, PJA Penajam, RJS Petung serta Ujung Pandang Waru, Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan laporan dari KUKM Perindag PPU, Kepala Bagian Ekonomi PPU Krisna Aditama, menjelaskan, para pengelola swalayan mengakui bahwa pasokan beras dan minyak goreng sempat mengalami kelangkaan parah pada bulan April lalu.

"Meski per pertengahan Mei ini distribusi dari agen penyalur mulai berangsur pulih, barang yang datang langsung dibanderol dengan harga baru yang lebih tinggi," sebutnya.

Baca Juga: Jelang Iduladha 1447 Hijriah, TPID PPU Gelar Sidak Bapokting di Pasar dan Swalayan

Ia merincikan kondisi stok dan harga di empat swalayan yang disidak. Seperti Fina Mart, gula pasir di rijual Rp 18.900/kg dengan sisa stok kritis sebanyak 2 karung. Sedangkan minyak goreng seperti merek Bimoli kemasan 2 liter tersedia 14 pcs seharga Rp 43.500. "Sementara untuk kemasan 1 liter mengalami kekosongan stok dari agen," sebutnya.

Sementara itu, untuk beras kemasan 5 kg, seperti Beras Jempol OK dibanderol Rp 81.000 (stok 24 sak), Mawar Melati Rp 85.600 (stok 20 sak), Rojo Lele Rp 92.000 (stok 6 sak), dan Bondy Rp 90.000.

"Dari hasil konfirmasi pihak toko, hampir seluruh jenis beras dan minyak goreng mengalami kenaikan harga sejak April akibat keterbatasan stok dari distributor," paparnya.

Sementara di toko PJA Penajam, harah gula pasir relatif lebih murah di angka Rp 17.500/kg dengan stok yang dipastikan aman. Untuk minyak goreng, dipastikan stok melimpah setelah sempat kosong sejak April. Pasokan baru masuk pada minggu kedua dan ketiga Mei disertai penyesuaian harga.

"Untuk beras, mayoritas stok dipasok dari agen Balikpapan. Beras Putri Koki 5 kg tersisa 6 sak, ikan sembilang 5 kg tersedia 61 sak, Mawar Melati 5 kg tersisa 16 sak, Jempol 5 kg tersisa 5 sak, dan varian Sidat 25 kg tersedia 8 sak," rincinya.

Baca Juga: Polres Mahulu Kerahkan 148 Personel Amankan Piltikam: Distribusi Logistik Mulai Dilakukan

Begitupun di toko RJS Petung,  untuk stok gula pasir dipastikan aman terkendali dengan harga eceran Rp 18.600/kg. Sementara untuk beras dan minyak goreng, pemilik toko mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan kedua komoditas ini.

Berbeda dengan toko di Ujung Pandang (UP) Waru, minyak goreng merek Bimoli mengalami kekosongan total. Namun, untuk minyak goreng merek lain stoknya masih relatif aman setelah mendapat tambahan pasokan di pertengahan Mei.

"Untuk komoditas beras, stok diklaim menipis karena kendala pasokan dan harga yang tinggi dari distributor," sebutnya.

Ia menjelaskan, lonjakan harga ini dipicu oleh beberapa faktor. Selain karena pembatasan kuota stok (sistem jatah) dari pihak agen penyalur, pembengkakan biaya operasional juga menjadi biang kerok utamanya. Kenaikan harga di tingkat ritel ini sangat dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi.

"Salah satunya dipicu oleh kenaikan harga BBM yang berdampak langsung pada biaya pengangkutan barang, ditambah adanya kenaikan pada harga bahan kemasan atau plastik," tegasnya.

Meskipun rantai pasok ke wilayah PPU belum sepenuhnya normal 100 persen aakibat sistem pembagian kuota dari distributor, pemerintah daerah memastikan bahwa stok pangan yang ada di swalayan saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan belanja masyarakat menjelang hari raya Iduladha.

"Pembatasan dan pengawasan berkala akan terus dilakukan agar tidak terjadi aksi penimbunan yang dapat memperparah situasi," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#toko modern #tpid #sidak #swalayan #harga naik