KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Memajukan sektor hilir perikanan daerah, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Perikanan (Diskan) PPU menggelar kegiatan bertajuk Pelatihan Pengemasan Higienis dan Strategi Branding untuk Produk Hasil Perikanan.
Sebanyak 20 orang yang tergabung dari 4 Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) seperti Sunar Rezeki, Bunga Pesisir, Bunga Bersama serta Usaha Lestari mengikuti kegiatan yang di helat di Gedung Serbaguna Kelurahan Pejala, Kecamatan Penajam, Rabu (20/5/2026).
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa esensi utama dari agenda ini adalah fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklasar) agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Menengok Air Terjun Tembinus PPU, Wisata Alam Tersembunyi Penyokong Kawasan IKN
"Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan SDM Poklasar kita, sekaligus meningkatkan nilai jual dari produk perikanan yang mereka hasilkan," ujar Andi Trasodiharto saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Ia menyebutkan, dalam aspek pengolahan, higienitas menjadi poin penting. Andi menegaskan bahwa dinas perikanan memberikan perhatian khusus pada standarisasi proses produksi sejak dari hulu hingga siap kemas.
Peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai bagaimana cara memperlakukan dan memproses bahan baku produk perikanan secara bersih dan aman.
"Dari sisi higienitas, standar yang paling kami tekankan kepada para peserta adalah bagaimana cara proses bahan baku produk perikanan yang benar, serta memastikan bahwa mereka sama sekali tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya," jelasnya.
Dinas Perikanan PPU memastikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Agar ilmu pengemasan modern dan strategi branding yang telah diajarkan benar-benar diterapkan di lapangan.
Baca Juga: Marak Perundungan Anak, Satlantas Polres PPU Sasar Tiga Sekolah Dasar
Dinas Perikanan juga sudah menyiapkan skema pengawalan jangka panjang. Dengan jaminan akan terus mengawal perkembangan para peserta melalui program monitoring yang terstruktur.
"Tentu tidak dilepas begitu saja. Pengawasan dan pendampingan lanjutan akan tetap kami lakukan secara berkala dan sudah masuk dalam program kerja kami ke depan," pungkasnya.
Senada, Kepala Bidang Penguatan Daya Saing (PDS) Diskan PPU, Amirullah, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memodernisasi metode penjualan konvensional yang selama ini mandek.
Tujuannya jelas, menjadikan produk lokal sebagai "raja" di tanah sendiri sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir.
"Kami ingin produk perikanan PPU naik kelas. Tidak lagi hanya dijual secara tradisional, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas lewat platform digital," ujar Amirullah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa fokus pembenahan tidak hanya pada aspek rasa, melainkan juga penampilan fisik produk.
"Rasa yang enak saja tidak cukup di era sekarang. Kemasan yang memikat dan identitas branding yang kuat adalah kunci utama untuk memenangkan hati konsumen," pungkasnya.
Ia berharap, melalui pendampingan ini, produk-produk hasil perikanan di PPU mampu naik kelas, memiliki identitas produk yang kuat (branding), serta higienitasnya terjamin sehingga dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi para nelayan serta pengolah lokal. (*)
Editor : Duito Susanto