KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Polsek Penajam menggelar perlombaan layang-layang bertajuk "Kajung Cup". Berlangsung di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, Minggu (24/5), ajang hiburan rakyat ini sukses menyedot perhatian ratusan warga hingga memadati lokasi acara.
Sebanyak 32 peserta dari berbagai kalangan adu kreativitas dan strategi di udara. Beragam bentuk serta warna-warni layang-layang tampak menghiasi langit Desa Sidorejo, menciptakan pemandangan atraktif yang memicu sorak-sorai penonton.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin, Senin (25/5), mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja dipilih untuk mengangkat kembali permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan sosial. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang bagi kepolisian untuk membaur tanpa sekat bersama warga.
Baca Juga: Bawa 2 Perunggu dari Vietnam, Pejudo Kaltim Adelia Aisah Bidik Emas PON 2028
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat dengan kegiatan yang membangun kebersamaan, menjaga budaya lokal, serta memperkuat sinergitas demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKP Syaifudin.
Ia juga menegaskan bahwa peran Polri tidak terbatas pada penegakan hukum semata, melainkan juga aktif membangun kedekatan emosional dengan masyarakat lewat jalur sosial dan budaya.
Ajang Kajung Cup ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo, Sugi, Ketua Pelangi Kabupaten PPU, Irfan, Babinsa Sertu Jatmiko, serta jajaran Kanit dan personel dari Polsek Penajam. Sinergi TNI-Polri dan unsur pemerintah desa terlihat kental sepanjang acara, mulai dari prosesi undian nomor urut hingga penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Baca Juga: Dihantam Ombak Besar, Perahu Pemancing PPU Terbalik di Pulau Gusung, Satu Pemuda Tewas
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kemeriahan Kajung Cup ini menjadi potret nyata harmonisasi serta semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di PPU.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko