KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Memasuki hari ketiga pencarian, nasib Rofik (40), warga RT 11 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang dilaporkan hilang di kawasan hutan HPH PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) KM 41, masih misterius. Upaya penyisiran yang dilakukan tim SAR gabungan pada Rabu (27/5) belum membuahkan hasil.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten PPU, Nurlaila, menjelaskan bahwa operasi pencarian di hari ketiga itu difokuskan dengan memperluas radius area penyisiran. Tim bergerak dengan berjalan kaki, membelah vegetasi hutan yang cukup rapat.
"Tim rescue melakukan penyisiran berjalan kaki menuju titik terakhir korban terlihat. Jaraknya cukup jauh, sekitar 8 kilometer dari jalan utama. Namun, hingga sore hari, kami belum menemukan jejak kaki maupun tanda-tanda keberadaan korban," kata Nurlaila saat dikonfirmasi Kaltim Post, Kamis (27/5).
Baca Juga: Kematian AM Dinilai Janggal, Sang Ayah di PPU Curiga Anak Kandungnya Diduga Dibunuh
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula pada Sabtu (23/5) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Korban bersama rekannya, Dewa, masuk ke area hutan HPH PT ITCIKU KM 41 dengan tujuan untuk menjerat hewan.
Namun petaka terjadi pada Minggu (24/5) malam. Dewa yang masih berada di dalam hutan mendadak menghubungi pihak keluarga Rofik dan mengabarkan bahwa korban telah terpisah dan hilang. Setelah dilakukan pencarian mandiri oleh Dewa hingga Senin (25/5) pagi dan tidak membuahkan hasil, pihak keluarga akhirnya panik.
Keluarga korban kemudian resmi melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Maridan serta kepolisian setempat pada Senin siang pukul 13.10 Wita, sebelum akhirnya bergerak ke lokasi untuk memastikan titik hilangnya korban.
Baca Juga: Gubernur Rudy Mas’ud Apresiasi Kerja Jurnalistik lewat Bantuan Sapi Kurban untuk PWI Kaltim
Medan Berat, Pencarian Dilanjutkan Kamis Pagi
Mengingat luasnya area hutan dan faktor cuaca, operasi penyelamatan ini melibatkan kekuataan penuh dari berbagai unsur. Selain BPBD PPU dan Basarnas Balikpapan, personel dari DPKP Pos Maridan, Pospol Maridan, Bhabinkamtibmas, pihak PT ITCIKU, Otorita IKN, pemerintah desa, hingga warga setempat turut dikerahkan ke lokasi kejadian yang berada di titik koordinat 0.8866S 116.5619E tersebut.
Untuk menembus medan hutan yang sulit, tim lapangan disokong oleh sejumlah armada taktis, di antaranya BPBD PPU dan DPKP Maridan masing-masing mengerahkan 1 unit mobil operasi dan peralatan penanggulangan bencana (PB). Basarnas Balikpapan 1 unit truk operasi. Armada roda dua berupa 1 unit motor trail dari aparat Desa Telemow, 2 unit dari PT ITCIKU, dan 3 unit motor trail dari Otorita IKN guna menyisir jalur-jalur tikus di dalam hutan.
Baca Juga: Oase Hijau di Tengah Deru IKN, Kisah Agus Setiawan, Pejuang Lingkungan PPU
Karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keselamatan di dalam hutan belantara, operasi SAR hari ketiga resmi dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita, Rabu (27/5). "Sesuai SOP, pencarian kami hentikan sementara menjelang malam. Evaluasi hasil sudah dilakukan melalui briefing tim, dan rencana pergerakan untuk melanjutkan pencarian akan kembali dibuka Kamis (28/5)," kata Nurlaila. (*)
Editor : Thomas Priyandoko