KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Kepolisian Sektor (Polsek) Babulu, Polres Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah taktis guna memastikan stabilitas pasokan pangan daerah di Kabupaten PPU. Pada Jumat (29/5), Kapolsek Babulu Iptu Andi Fatahuddin menyisir langsung empat lokasi lahan penanaman strategis di wilayah Kecamatan Babulu guna melakukan evaluasi komprehensif terhadap kendala riil di lapangan.
Pengecekan mendadak dan menyeluruh ini difokuskan pada pemetaan kondisi fisik lahan, laju pertumbuhan tanaman, hingga ketersediaan sarana pendukung pertanian. Tidak sekadar memantau, korps kepolisian tersebut juga membuka ruang dialog langsung untuk menyerap keluhan para petani yang selama ini menghambat optimalisasi hasil panen.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kapolsek Babulu, Iptu Andi Fatahuddin menegaskan, pemantauan langsung ke empat titik lumbung pertanian ini menjadi prioritas utama instansinya untuk mengawal keberhasilan program ketahanan pangan nasional di tingkat daerah.
"Kami turun ke empat titik sekaligus untuk melihat fakta di lapangan. Kami ingin memastikan tidak ada kendala sarana yang menghambat kerja petani. Lewat monitoring berkala ini, kita bisa cepat memetakan masalah sekaligus mendongkrak kembali motivasi dan produktivitas sektor pertanian lokal," ujar Iptu Andi Fatahuddin di sela-sela peninjauan lahan, Jumat (29/5).
Menurutnya, intervensi Polri dalam sektor agraria merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan pendampingan lintas sektor. Menurut Andi, stabilitas keamanan wilayah yang kondusif tidak akan bermakna jika tidak dibarengi dengan kemandirian serta kedaulatan pangan masyarakatnya.
Baca Juga: 80 Juta Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Medsos, Kaltim Perlu Perketat Pengawasan Digital
Selain melakukan evaluasi teknis, peninjauan ini diharapkan mampu memicu pemanfaatan lahan produktif secara lebih masif di Kecamatan Babulu. Melalui sinergi ketat antara pendampingan kepolisian dan kerja keras kelompok tani, hasil panen dari empat lokasi tersebut ditargetkan mampu menyuplai kebutuhan pokok regional sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga PPU secara signifikan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko