KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat mematangkan agenda sosial jelang Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Terbaru, korps baju biru tersebut resmi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) PPU untuk menyalurkan paket bantuan sosial yang menyasar masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah setempat.
Kepastian kolaborasi ini dimatangkan dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Kantor Bazna PPU, Selasa (2/6). Pertemuan dipimpin Kasat Polairud Polres PPU, AKP Abiyantoro, bersama jajaran pengurus Baznas.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kasat Polairud AKP Abiyantoro mengungkapkan, sinergi ini sengaja dibangun agar cakupan dan manfaat bantuan yang diberikan kepada warga pesisir bisa lebih luas dan tepat sasaran.
Baca Juga: Kantor Badan Gizi Nasional Dijaga Ketat TNI, Pegawai Tertahan di Luar Gedung, Ada Apa?
"Melalui momentum Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli nanti, kami ingin hadir langsung memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan. Sinergi bersama Baznas ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan itu," kata Abiyantoro kepada Kaltim Post, Rabu (3/6).
Ia menambahkan, tugas kepolisian saat ini tidak melulu soal penegakan hukum dan menjaga keamanan wilayah perairan. Melainkan juga harus mengedepankan sisi humanis melalui aksi nyata di lapangan.
Gayung bersambut, pihak Baznas PPU menyatakan komitmen penuhnya untuk menyuplai berbagai bantuan yang dibutuhkan dalam agenda bakti sosial ini. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi para nelayan yang selama ini menjadi penggerak roda ekonomi di kawasan pesisir PPU.
Baca Juga: Analisis Satelit Ungkap 20 Fasilitas Militer AS di Timur Tengah Hancur Dihantam Iran
Langkah taktis Satpolairud ini sejalan dengan rangkaian program yang getol mereka jalankan belakangan ini. Selain patroli dialogis dan edukasi keselamatan berlayar, jajaran Satpolairud PPU memang tengah mengintensifkan "Program Polisi Penolong" guna memberikan respons cepat terhadap keluhan maupun kendala yang dihadapi masyarakat di wilayah perairan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko