Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sempat Hilang dan Terombang-ambing di Laut, Nelayan Api-Api PPU Ditemukan Selamat

Ari Arief • Rabu, 17 Juni 2026 | 10:38 WIB
SELAMAT: Lukman (bertelanjang dada), nelayan Api-Api, Kecamatan Waru, PPU, usai dievakuasi tim penyelamat setelah mesin perahunya mati di tengah laut.(humas polres ppu)
SELAMAT: Lukman (bertelanjang dada), nelayan Api-Api, Kecamatan Waru, PPU, usai dievakuasi tim penyelamat setelah mesin perahunya mati di tengah laut.(humas polres ppu)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Setelah sempat membuat panik keluarga dan warga sekampung, Lukman (55), nelayan asal Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang dilaporkan hilang saat melaut akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Selasa (16/6) malam.

Korban ditemukan sekitar pukul 20.25 Wita di sebuah bagang di kawasan perairan Api-Api oleh tim gabungan dan keluarga, setelah mesin perahu kayu yang digunakannya mengalami kerusakan di tengah laut. Korban berhasil dievakuasi dan tiba di rumah  pada pukul 21.30 Wita.

Baca Juga: Demam 'Messi-Mania' Melanda AS, Suporter Argentina Rela Bersepeda Antarbenua demi Piala Dunia

"Korban tidak bisa kembali ke daratan karena mesin perahunya rusak, sehingga terombang-ambing dan memutuskan menepi di bagang untuk menunggu bantuan. Alhamdulillah, kondisinya sehat," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila.

Nurlaila menjelaskan, operasi pencarian ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, Babinsa Desa Api-Api Serma Siroto, personel Polsek Waru, Pos TNI AL Penajam, ketua RT setempat, serta sekitar 30 warga dan nelayan sekitarnya.

Baca Juga: Cetak Hat-Trick Pertama di Piala Dunia, Lionel Messi Samai Rekor Gol Miroslav Klose!

Kronologi kejadian bermula ketika Lukman, warga RT 003 Desa Api-Api, berangkat melaut seorang diri untuk mencari udang menggunakan jaring dogol pada Senin (15/6) sekitar pukul 17.00 WITA. Namun hingga Selasa sore, pria paruh baya tersebut tak kunjung pulang.

Keluarga korban mulai cemas karena Lukman tidak membawa telepon genggam (handphone) dan hanya membawa perbekalan untuk satu malam. Kondisi perahu kayu warna biru miliknya juga diketahui sempat mengalami kebocoran pada bagian lambung.

Baca Juga: Dilepas Kapolsek dan Kades, Ratusan Peserta Padati Pawai Obor 1 Muharram di Babulu PPU

Titik terang pencarian mulai muncul sekitar pukul 19.00 WITA, ketika seorang nelayan bernama Akbar melihat perahu dengan ciri-ciri milik korban berada di sekitar salah satu bagang. Informasi tersebut langsung direspons cepat oleh tim gabungan dan keluarga dengan menuju ke lokasi koordinat.

Meski berakhir bahagia, peristiwa ini menjadi atensi khusus bagi pihak BPBD PPU. Nurlaila mengimbau kepada seluruh nelayan di PPU agar selalu memeriksa kelayakan kapal dan mesin sebelum berangkat melaut, serta wajib membawa alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan demi mengantisipasi situasi darurat.

Baca Juga: Bawa Sabu ke Kawasan IKN, Pemuda Asal Sepaku PPU Diciduk Polisi, Pemasok Kini Diburu

Personel yang terlibat di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila beserta enam personel BPBD, Babinsa Desa Api-Api Serma Siroto, anggota Polsek Waru Brigpol Syarif dan Brigpol Hasan selaku Bhabinkamtibmas Desa Api-Api, Pos TNI AL Penajam yang diwakili Serda Andi, Ketua RT 003 Dulfi, keluarga korban, serta sekitar 30 warga yang ikut melakukan pencarian.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#BPBD PPU #ppu #nelayan