KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan pelaksanaan bursa kerja (job fair) pada Agustus 2026 tetap berjalan meski di tengah keterbatasan fiskal daerah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 5–6 Agustus 2026, di Gedung Graha Pemuda PPU.
Disnakertrans PPU menargetkan sedikitnya 30 perusahaan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Perusahaan yang dilibatkan berasal dari berbagai sektor, seperti perkebunan, perikanan, perhotelan, otomotif, hingga perusahaan yang beroperasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, dan Transmigrasi Disnakertrans PPU Eko Yulianto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penjaringan perusahaan yang berpotensi berpartisipasi dalam job fair tersebut.
Baca Juga: Porda VII Perpamsi Kaltim di Kubar Jadi Ajang Perkuat Sinergi Pelayanan Air Minum
“Betul, saat ini Disnakertrans PPU sedang melakukan tahap penjaringan terhadap perusahaan-perusahaan yang siap untuk ikut serta dalam kegiatan job fair ini,” ujar Eko, Rabu (24/6).
Menurutnya, proses awal dilakukan melalui pengiriman surat permohonan keikutsertaan kepada perusahaan-perusahaan yang menjadi target. Hingga kini, surat telah dikirim kepada sekitar 20 perusahaan.
Disnakertrans PPU juga berupaya melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan IKN. Langkah itu diharapkan dapat memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal, khususnya pencari kerja di Kabupaten PPU.
“Kita akan terus lakukan pendataan. Perusahaan-perusahaan yang ada di IKN juga bakal kita libatkan agar peluang kerja bagi warga lokal semakin terbuka lebar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans PPU Adriani Amsyar menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah agar kegiatan tersebut tetap terlaksana secara optimal meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan dukungan administrasi dan kepastian anggaran melalui koordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
“Khususnya surat prioritas anggaran yang telah kami kirim ke BKAD dan kami harap mendapat balasan secara tertulis sebagai persetujuan anggaran. Sebelum pelaksanaan kegiatan, surat itu harus kami pegang. Itu setidaknya menjadi acuan bagi kami dalam melangkah,” kata Adriani.
Ia menjelaskan, pelaksanaan job fair akan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan. Disnakertrans PPU juga akan menggandeng sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memperkuat akses informasi ketenagakerjaan bagi para lulusan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo: I'm Back: Cetak Dua Gol dan Antar Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0
“Jalinan kerja sama antara kami dengan pihak sekolah dan perusahaan akan disinergikan. Kami akan merangkul teman-teman dari SMK yang memiliki kelompok atau wadah untuk informasi tenaga kerja,” ujarnya.
Terkait peluang kerja di IKN, Adriani menilai prospeknya cukup besar. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan utama bagi pencari kerja lokal masih berkaitan dengan kepemilikan sertifikasi kompetensi.
Menurutnya, banyak perusahaan di kawasan IKN mensyaratkan sertifikasi sebagai bukti kemampuan tenaga kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kepemilikan sertifikat keahlian menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius.
“Di sana porsi pekerjaan sebenarnya lebih terbuka. Namun, mereka sangat mengikat pada sertifikasi. Perusahaan tidak melihat jenis pekerjaannya saja, yang utama adalah sertifikasi itu harus dikantongi lebih dulu,” tegas Adriani.
Melalui job fair ini, Disnakertrans PPU berharap dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung sekaligus membantu menekan angka pengangguran di daerah.
Editor : Ery Supriyadi