KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Upaya memperkuat komoditas perkebunan lokal terus dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur bersama Dinas Pertanian (Distan) PPU menggelar penanaman perdana kelapa genjah di Kelurahan Nenang, Rabu (24/6/2026).
Program tersebut terlaksana melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim, Ahmad Muzakkir, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: HUT ke-62 Linggang Purwodadi Meriah, Wabup Kubar Dorong Agrowisata dan Kerukunan Warga
“Kami laporkan kepada Bapak Gubernur bahwa kegiatan ini murni kerja sama TJSL. Tidak ada sumber APBD yang digunakan. Kami berterima kasih kepada PT KMS dan Migas Mandiri Pratama yang telah berpartisipasi aktif,” ujarnya saat menyampaikan laporan kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Pada tahap awal, sekitar 200 bibit kelapa genjah ditanam di sepanjang jalur jalan dengan radius sekitar 300 meter di sisi kiri dan kanan jalan. Program tersebut juga disiapkan untuk berlanjut ke sejumlah lokasi lain dengan melibatkan lebih banyak perusahaan.
Ahmad Muzakkir menjelaskan, tahap berikutnya direncanakan menyasar Kelompok Tani Sejahtera di Desa Bangun Mulya. Penanaman akan dilakukan di lahan seluas satu hektare dengan bantuan sekitar 100 pohon kelapa genjah yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Menurutnya, kelapa genjah dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan bagi petani. Selain mulai berbuah pada usia tiga hingga empat tahun, tanaman ini juga memiliki postur yang relatif pendek sehingga memudahkan proses perawatan dan panen. Produktivitas buahnya pun dinilai cukup tinggi.
Baca Juga: Survei 10 UMKM, Mahasiswa Temukan Masalah yang Bikin Usaha Sulit Berkembang
“Pemilihan varietas ini sesuai arahan Gubernur Kalimantan Timur untuk memprioritaskan dan mempromosikan komoditas lokal. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai daerah untuk mendukung pembangunan sektor perkebunan di Kaltim,” tutup Ahmad Muzakkir. (*)
Editor : Ery Supriyadi