KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), resmi melakukan pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Program itu bertujuan untuk mentransformasi tata kelola data desa menjadi lebih akurat, efisien, dan berbasis digital.
Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Desa, BPS dan Pemkab PPU Luncurkan Program Desa Cantik 2026
Sekretaris Diskominfo PPU Eko Setiawan menjelaskan, pada tahun ini, terdapat tiga lokasi yang menjadi pilot project program Desa Cantik, yaitu Desa Giripurwa, Kelurahan Lawe-Lawe, dan Kelurahan Petung.
Salah satu keunggulan program Desa Cantik tahun ini adalah integrasi sistem melalui teknologi digital. Seluruh informasi strategis desa kini akan diinput melalui fitur khusus bernama Desa Cantik dalam sebuah aplikasi terpadu.
"Melalui aplikasi itu, pendataan akan sepenuhnya didigitalisasi. Desa akan menginput data-data vital, mulai luas wilayah, data kependudukan, hingga potensi daerah seperti sektor pariwisata yang dimiliki," ujar Wawan, sapaan akrab Eko Setiawan, Rabu (24/6).
Pencanangan itu merupakan bentuk kolaborasi erat antara BPS sebagai pembina statistik dengan Pemkab PPU melalui Diskominfo sebagai penyedia infrastruktur teknologi.
Meski tahun ini difokuskan pada tiga desa dan kelurahan sebagai percontohan, program itu ke depannya ditargetkan menyentuh seluruh 54 desa atau kelurahan yang ada di PPU.
Harapan Masa Depan: Satu Data PPU
Pemerintah daerah optimistis melalui digitalisasi, kendala terkait akurasi data dapat teratasi. Dengan adanya sistem yang terpusat, kebutuhan informasi terkait data kependudukan maupun potensi daerah akan jauh lebih mudah diakses dan diolah untuk pengambilan kebijakan.
Baca Juga: Spirit Fathimah dan Masa Depan Demokrasi Kita
"Harapan besarnya, seluruh data terkait kebutuhan desa, baik itu data kependudukan maupun potensi daerah, dapat terhimpun dengan baik. Ini akan memudahkan pemerintah dalam melakukan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran melalui ketersediaan data yang valid dan real-time," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A