KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Sebanyak 191 petugas lapangan dikerahkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Tujuannya untuk melakukan pendataan menyeluruh di wilayah tersebut hingga akhir Agustus mendatang.
Menilik tren ekonomi masa lalu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Mas'ud Rifai, didampingi Kepala BPS PPU, Suko Haryono, mengatakan bahwa pada sensus tahun 2016 lalu, sektor perdagangan di PPU menjadi bidang yang paling mendominasi.
Baca Juga: Masyarakat Diimbau Berpartisipasi Aktif Dalam SE 2026, BPS Klaim Kerahasiaan Data Terjamin
Saat ditanya apakah sektor tersebut akan kembali menjadi primadona pada 2026, dia menilai kemungkinan tersebut sangat terbuka.
"Kemungkinan itu pasti ada, namun kami belum bisa memberikan kepastian. Hasil final dan publikasi resminya baru akan kami sampaikan pada akhir tahun, setelah pendataan berakhir di Agustus nanti," katanya.
Salah satu poin menarik dalam sensus kali ini adalah pengaruh masif pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap struktur ekonomi PPU. Mas'ud mengungkapkan data perbandingan yang mencolok pada sektor konstruksi.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu, Inspektorat Balikpapan Turun Tangan Pelototi SPMB 2026
"Kalau dulu, kontribusi sektor konstruksi kita berada di angka 12 persen pada tahun 2020. Namun, dari pengukuran terakhir kami di tahun 2025, kontribusinya melonjak menjadi 52 persen. Artinya, ada kenaikan sekitar 40 persen yang salah satunya disumbang pembangunan IKN," jelasnya.
Namun, BPS memprediksi bahwa setelah proyek IKN rampung, proporsi sektor konstruksi akan mengalami penurunan secara alami. Terkait dampaknya terhadap ekonomi daerah secara luas, Mas'ud menekankan pentingnya melihat data secara parsial dan mendalam, terutama pada penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga: Kaltara-Kaltim Kepung Keterisolasian Perbatasan, Jalan Tembus Mahulu-Malinau Dikebut
"Dampaknya harus dilihat secara parsial. Misalnya, kita melihat berapa jumlah tenaga kerja yang diserap dalam konstruksi tersebut. Sensus ekonomi kali ini memang secara spesifik menanyakan jumlah tenaga kerja dari setiap usaha, sehingga kita bisa memetakan usaha-usaha mana saja yang paling banyak memberikan lapangan kerja bagi masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A