KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Semangat kebangsaan, toleransi, dan kepedulian sosial menjadi pesan utama yang disampaikan Kapolres Penajam Paser Utara (PPU), AKBP Andreas Alek Danantara saat menjadi pemateri dalam kegiatan Temu Raya Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Pantai 2026 di Gereja Katolik Santa Maria Fatima, Sabtu (4/7/2026).
Mengusung tema "Beriman, Bersatu, Bertindak", kegiatan tersebut diikuti ratusan Orang Muda Katolik dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Pantai. Selain menjadi ajang pembinaan iman dan persaudaraan, Temu Raya OMK juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Baca Juga: Kolaborasi Polresta IKN dan Polres PPU Pastikan Doa Nasional 2026 Berlangsung Khidmat
Dalam pemaparannya, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, menghargai keberagaman, serta aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kapolres juga mengajak seluruh peserta untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat gotong-royong.
Selain itu, AKBP Andreas Alek Danantara mengingatkan peserta agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial. Ia mengimbau generasi muda untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat mengganggu persatuan dan stabilitas keamanan.
Kapolres juga menaruh perhatian terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), kenakalan remaja, serta pengaruh negatif pergaulan bebas. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif, sekaligus berani mengingatkan teman sebaya agar tidak terjerumus pada perilaku yang melanggar hukum.
Baca Juga: Ratusan Perumahan di Balikpapan Belum Serahkan Aset, Forum PKP Bongkar Kendala Pengembang
"Sebagai Orang Muda Katolik, kalian harus menjadi generasi yang mampu mengimplementasikan tema 'Beriman, Bersatu, Bertindak' dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan iman sebagai landasan moral, persatuan sebagai kekuatan, dan tindakan nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, masyarakat, serta bangsa dan negara," tegas Kapolres.
Materi yang disampaikan mendapat sambutan positif dari para peserta. Sesi dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai peran generasi muda dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, menghadapi tantangan era digital, hingga kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga: Belasan Tahun Terkatung-katung, 869 PNS Perumahan Korpri PPU Desak RDP ke DPRD
Kegiatan ini menjadi bukti sinergi yang erat antara Polri, tokoh agama, dan generasi muda dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat. Melalui pendekatan edukatif dan humanis, Polres PPU berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta siap menjadi pelopor persatuan dan penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)
Editor : Thomas Priyandoko