KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) II di Gedung Serbaguna "Al Quds", Komplek Dakwah Muhammadiyah Kilometer 2, Penajam, Senin (6/7).
Agenda strategis ini menjadi ajang evaluasi total sekaligus penguatan manajemen amal usaha di sela-sela roda organisasi demi mendongkrak kemajuan daerah.
Berikut adalah petikan wawancara antara wartawan dengan Ketua PDM Penajam Paser Utara, Ahmad Usman, di lokasi kegiatan:
Wartawan: Bapak, mohon izin terkait dengan tema besar dan tujuan utama dari pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Daerah II ini seperti apa, Bapak?
Baca Juga: Polres PPU Gulung Jaringan Pengedar Sabu di Penginapan Silkar, Tiga Pemuda Diamankan
Ahmad Usman: Ya, alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Musyawarah Pimpinan Daerah yang kedua. Dalam agenda ini, kita mengundang teman-teman pimpinan daerah, majelis-majelis mulai dari majelis pendidikan, ekonomi, wakaf, tarjih, dan sebagainya. Begitu juga pimpinan cabang di seluruh Kabupaten Penajam Paser Utara—seperti Cabang Babulu, Sepaku, Waru, dan Penajam, semua ada perwakilannya.
Tidak ketinggalan organisasi otonom (ortom) yang menginduk ke Muhammadiyah. Ada Ibu-Ibu Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah beserta Kokam-nya, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta Tapak Suci Muhammadiyah.
Baca Juga: Angin Segar untuk Perum Korpri PPU, Pemkab Fokus Operasionalkan Putusan Kasasi demi Legalitas Warga
Kegiatan ini merupakan regulasi organisasi dalam rangka bagaimana kader-kader perserikatan dari tingkat daerah sampai ke ranting bisa mengoptimalkan fungsi dan peranannya. Terutama, kita mengevaluasi amal usaha Muhammadiyah yang sudah ada saat ini.
Di PPU, kita memiliki sekitar 6 sekolah formal tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK, serta ada 7 TK. Tentu dalam perjalanannya perlu dievaluasi supaya mengarah pada kemajuan. Kalau sekolah, kemajuannya diukur dari adanya tambahan siswa serta peningkatan kualitas pengelolaan siswa, kualitas guru, hingga prestasi-prestasi siswanya.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Ini 11 Tahapan Seleksi Terbuka 5 Jabatan Kepala Dinas di PPU
Wartawan: Lantas, target spesifik apa yang ingin dicapai dari evaluasi amal usaha tersebut, Pak?
Ahmad Usman: Kita memberikan target bagaimana caranya secara manajemen semua amal usaha itu bisa bergerak secara optimal. Jika itu sekolah, mereka harus menggerakkan guru-guru dan tenaga tata usahanya, lalu guru menggerakkan siswanya sehingga proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa berjalan optimal.
Baca Juga: Samarinda Kurang 500 Lebih Guru SD-SMP, Skema PJLP Jadi Juru Selamat Terbaru?
Kemudian di bidang usaha, Muhammadiyah yang mendapatkan tanah wakaf maupun tanah hibah akan kita optimalkan pemanfaatannya. Langkah ini diambil dalam rangka menumbuhkan ekonomi masyarakat, khususnya di kalangan internal Muhammadiyah. Jadi, melalui Muspimda II ini, kita memotret dan mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan dari waktu ke waktu hingga saat sekarang ini.
Wartawan: Terkait kontribusi terhadap daerah, bagaimana PDM PPU memandang peran Muhammadiyah dalam pembangunan di Penajam Paser Utara, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial? Apakah ada program unggulan pasca-acara ini?
Baca Juga: 2 Syarat Utama PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Jadi Penuh Waktu sesuai PermenPAN RB No 9 Tahun 2026
Ahmad Usman: Secara internal, program unggulan pasca-agenda ini adalah memperkuat manajemen amal usaha Muhammadiyah pada sekolah-sekolah yang kita miliki—baik dua SMP, dua SMA, maupun tujuh TK itu akan dioptimalkan.
Jika manajemennya optimal, KBM-nya baik, dan kegiatan ekstrakurikuler-nya juga hidup, otomatis hal itu akan menumbuhkan serta meningkatkan kualitas dari siswa dan guru itu sendiri. Ketika kualitas tersebut meningkat, dengan sendirinya Muhammadiyah akan menyumbangkan potensi positif yang besar bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Wartawan: Terakhir Bapak, apa pesan yang ingin disampaikan kepada seluruh warga perserikatan Muhammadiyah terkait momentum Muspimda II ini?
Ahmad Usman: Melalui majelis pembinaan ini, saya berpesan kepada teman-teman pengurus yang hadir agar nantinya bisa menjelaskan dan meneruskan hasil musyawarah ini kepada para pengurus di tingkat cabang maupun ranting.
Baca Juga: Konflik Lahan Perumahan Korpri PPU Memanas, Warga Laporkan Pemkab ke Ombudsman Kaltim
Pesan utamanya, seluruh aset-aset Muhammadiyah di mana pun berada harus dioptimalkan penggunaannya untuk kepentingan pendidikan dan dakwah Islam. Selain itu, mari kita saling bahu-bahu agar organisasi Muhammadiyah ini bisa semakin tumbuh dan berkembang di mana pun, baik di tingkat ranting, cabang, maupun daerah.(*)
Editor : Thomas Priyandoko