KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengupayakan optimalisasi program Kartu Penajam Cerdas (KPC) bagi siswa baru sekolah dasar dan sekolah menengah pertama agar dapat segera menerima manfaat program tersebut.
Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar, menyampaikan harapannya agar implementasi kebijakan tersebut dapat berjalan selaras dengan kemampuan keuangan daerah.
“Mudah-mudahan yang pertama, terkait dengan Kartu Penajam Cerdas ini, beriringan dengan kapasitas fiskal kita manakala kebijakan ini berjalan,” kata Tohar, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Ketidakpastian Regulasi OIKN Bisa Rusak Iklim Investasi, Kadin Desak Aturan Transisi Segera Terbit
Tohar menambahkan, program tersebut dirancang untuk menjawab harapan masyarakat. Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) yang berlaku, KPC dialokasikan dengan nilai maksimal Rp600 ribu untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa.
“Perbupnya berisikan bahwa KPC ini dengan isi yang tidak lebih dari Rp600.000 memberikan fasilitas minimal atau perangkat minimal kepada anak sekolah baru,” ujarnya.
Perangkat minimal yang dimaksud mencakup kebutuhan dasar siswa, seperti seragam sekolah, sepatu, tas, dan buku.
Terkait kebutuhan seragam yang umumnya harus segera dipenuhi pada awal tahun ajaran baru, Tohar mengimbau orang tua untuk mendahulukan pembiayaan secara mandiri apabila dana program belum dicairkan.
Namun, apabila dana tersebut telah ditransfer ke rekening penerima manfaat, meskipun tidak bertepatan dengan awal masuk sekolah, dana tetap dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia juga memberikan pandangan edukatif terkait pemanfaatan dana tersebut, khususnya bagi keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
“Bagi keluarga yang memang tidak terlalu membutuhkan, ya tidak usah diambil. Silakan ini menjadi bagian dari pembelajaran orang tua kepada anak untuk mengenal fitur perbankan dan membiasakan menabung. Tetapi juga tidak ada larangan, silakan jika memang ingin diambil,” imbuhnya.
Ia menegaskan seluruh siswa baru yang memenuhi kriteria berhak mendapatkan program jaminan pemenuhan kebutuhan sekolah tersebut.
Saat ditanya mengenai target realisasi dan percepatan penyaluran, apakah dapat dilakukan pada Juli atau Agustus, Tohar menegaskan bahwa hal tersebut sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.
“Ya, sangat tergantung dengan realisasi kapasitas kita. Harapan kita seperti itu,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi