Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Geger Kemunculan Buaya di Sungai Kapao PPU, Polisi dan BPBD Gelar Operasi Tengah Malam!

Ari Arief • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:51 WIB
UMPAN BUAYA: Warga mempersiapkan seekor ayam untuk dijadikan umpan buaya di Sungai Kapao, Penajam, PPU, yang meresahkan.(humas polres ppu)
UMPAN BUAYA: Warga mempersiapkan seekor ayam untuk dijadikan umpan buaya di Sungai Kapao, Penajam, PPU, yang meresahkan.(humas polres ppu)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Kepolisian Sektor (Polsek) Penajam bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait kemunculan seekor buaya di aliran Anak Sungai Kapao, RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Langkah penanganan terpadu ini dilakukan pada Rabu (8/7/2026) malam demi memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga setempat.

Aksi tanggap darurat ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Penajam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, TNI, pemerintah kelurahan, serta personel gabungan.

Baca Juga: Ketidakpastian Regulasi OIKN Bisa Rusak Iklim Investasi, Kadin Desak Aturan Transisi Segera Terbit

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Penajam, Syaifudin. Turut hadir Kepala BPBD Kabupaten PPU, Hj. Nurlaila, Camat Penajam, Rahmat, Lurah Gunung Seteleng, Yusdar Yusuf, Pamapta III Polres PPU, IPDA Jeremia Steven Dalla, personel Sat Samapta Polres PPU, para Kanit Polsek Penajam, Babinsa, Ketua RT 06, serta tokoh masyarakat.

Langkah cepat ini diambil menyusul keresahan warga atas kemunculan buaya dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, aliran sungai tersebut merupakan jalur utama aktivitas nelayan dan sering dilalui masyarakat, sehingga keberadaan satwa liar tersebut dinilai mengancam keselamatan jiwa.

Baca Juga: Daftar 12 Lokasi yang Digeledah Polri Terkait Kasus Korupsi PLN, Asabri, dan PT CBS

Sebelum turun ke lapangan, tim gabungan menggelar koordinasi untuk menyusun strategi penanganan. Disepakati bahwa seluruh tindakan harus profesional, mengutamakan keselamatan warga, dan tetap mematuhi regulasi perlindungan satwa liar melalui koordinasi dengan instansi berwenang.

Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam, Syaifudin, menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam mengantisipasi segala potensi ancaman keamanan.

Baca Juga: AS Bombardir Iran Dua Hari Berturut-turut, Ledakan Guncang Bushehr hingga Chabahar

"Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melibatkan seluruh instansi terkait. Penanganan ini telah dikoordinasikan dengan BKSDA Kalimantan Timur agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai ketentuan yang berlaku. Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat, namun tetap memperhatikan aspek perlindungan satwa dan kelestarian lingkungan," ungkap Kapolsek.

Usai berkoordinasi, tim gabungan langsung bergeser ke lokasi. Petugas melakukan pemantauan intensif dan mencoba memancing buaya tersebut menggunakan umpan ayam sebagai langkah awal memastikan posisinya.

Baca Juga: Trump Resmi Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak 5 Persen

Namun, setelah dipantau selama kurang lebih satu jam, buaya tersebut tidak kunjung menampakkan diri di permukaan air. Mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan kondisi lapangan yang gelap, operasi penanganan sementara diakhiri dalam situasi yang aman dan kondusif.

Sebagai langkah mitigasi dini, Polsek Penajam bersama Pemerintah Kelurahan Gunung Seteleng akan memasang papan peringatan di sejumlah titik rawan. Patroli berkala juga akan ditingkatkan sembari berkoordinasi dengan instansi konservasi untuk tindakan lanjutan jika satwa tersebut kembali muncul.

Baca Juga: Fantastis! Polisi Sita Emas 74 Kg, Dolar AS-Singapura dan Uang Tunai, Total Rp476 Miliar

Kapolsek Penajam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di sekitar aliran Sungai Kapao, terutama pada malam hari. Warga juga diminta tidak mencoba menangkap buaya tersebut secara mandiri karena sangat berbahaya.

"Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keselamatan bersama. Kami mengimbau warga agar tetap tenang, tidak terpancing informasi hoaks, dan segera melapor ke petugas jika melihat kembali kemunculan buaya tersebut," pungkasnya.

Baca Juga: BBNKB Kendaraan Bekas Gratis! Tapi Jangan Senang Dulu, Masih Ada Biaya Ini

Sinergi solid antara Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menghadirkan rasa aman, sekaligus meminimalisasi risiko konflik antara manusia dan satwa liar.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Polsek Penajam #buaya #ayam