PENAJAM- Optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian terus digenjot guna memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh pada tahun 2026. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Gunawan, merincikan perkembangan wilayah penyangga lainnya, dimulai dari Kecamatan Waru. Di wilayah ini, total luas lahan tercatat sebesar 584,5 hektare dengan eksisting lahan seluas 506,0 hektare.
"Luas Tambah Tanam (LTT) pada Musim Tanam III diproyeksikan sebesar 181,55 hektare, dengan capaian IP MT I sebesar 135,59 persen. Panen jagung pipil di kecamatan ini tercatat mencapai 1,50 ton," sebut Gunawan. Sementara itu, untuk Kecamatan Penajam, skala pertanian tercatat cukup luas dengan total lahan mencapai 887,45 hektare dan eksisting sebesar 852,06 hektare. Wilayah ini menargetkan total LTT pada Musim Tanam III yang masif, yakni sebesar 504,06 hektare.
"Selain itu, Penajam mencatatkan hasil panen jagung pipil yang signifikan sebesar 6,00 ton serta nilai IP MT I sebesar 176,95 persen," katanya. Di sisi lain, Kecamatan Sepaku memiliki luas lahan 224,0 hektare dengan target LTT pada Musim Tanam III sebesar 7,00 hektare.
"Meskipun terbilang lebih kecil secara skala wilayah, Sepaku mencatatkan nilai IP MT I sebesar 121,32 persen," urainya. Secara keseluruhan, Dinas Pertanian PPU mencatat total LTT pada Musim Tanam III Tahun 2026 untuk seluruh wilayah kabupaten diproyeksikan mencapai 1.069,61 hektare, dengan total produksi jagung pipil komulatif mencapai 11,00 ton.
"Dari rekapitulasi secara berkala ini diharapkan dapat membantu dinas terkait dalam memetakan kebutuhan sarana produksi pertanian, mengoptimalkan optimalisasi lahan (Oplah), serta memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga secara berkelanjutan," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki