Hanya Tiga Sumber Air Baku Aman di PPU, Kumpulkan Armada Tangki Lintas Sektor

Ahmad Maki • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:28 WIB
Meski beberapa wilayah mengalami penurunan drastis, Abdul Rasyid menyebutkan masih ada tiga titik lokasi sumber air baku yang kondisinya relatif aman untuk dimanfaatkan di PPU. (AHMAD MAKI/KALTIM POST)
Meski beberapa wilayah mengalami penurunan drastis, Abdul Rasyid menyebutkan masih ada tiga titik lokasi sumber air baku yang kondisinya relatif aman untuk dimanfaatkan di PPU. (AHMAD MAKI/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Krisis air baku yang mengancam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akibat musim kemarau panjang membuat Perumda Air Minum Danum Taka harus memutar otak dan mengambil langkah strategis dalam memetakan sumber pasokan air.

Meski beberapa wilayah mengalami penurunan drastis, Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, menyebutkan masih ada tiga titik lokasi sumber air baku yang kondisinya relatif aman untuk dimanfaatkan.

"Pertama adalah Bendung Sepaku yang mengandalkan pasokan dari Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi. Kedua, wilayah Waru yang memanfaatkan Embung Waru dan Bendung Waru. Serta ketiga, wilayah Maridan yang memanfaatkan kolam (embung) milik PT Arsari Tirta Pradana," kata Rasyid, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Pupuk Lokal Sulit Tembus Perkebunan Sawit, GAPKI Kaltim Buka Suara

Oleh karena itu, Perumda Air Minum Danum Taka merekomendasikan agar bantuan pendistribusian air bersih untuk masyarakat hanya disedot dari titik pengolahan di Waru, Sepaku, dan Maridan.

"Tidak mengambil dari Penajam (Lawe-Lawe), Sotek, maupun Babulu," rincinya, Rabu, (22/7/2026).

Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau Panjang, Kapasitas Air Minum di Penajam Bakal Anjlok hingga 80 Persen

Untuk mendistribusikan air bersih secara menyeluruh, Perumda Air Minum Danum Taka menggalang dukungan armada mobil tangki dari berbagai instansi lintas sektor. Upaya ini dilakukan mengingat pihak Perumda saat ini hanya memiliki satu unit armada mobil tangki.

Dalam rapat koordinasi lintas sektor tersebut, penginventarisasian armada tangki melibatkan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Disperkimtan, DPKP, TNI-Polri, hingga Otorita IKN (OIKN).

"Kalau cuaca seperti ini, kami tidak lagi hanya berbicara pelanggan, tetapi pemenuhan air bersih untuk masyarakat PPU secara keseluruhan. Beberapa kelurahan yang tidak pernah dialiri jaringan pipa PDAM pun sudah bersurat meminta bantuan air bersih," tegas Rasyid.

Baca Juga: Sempat Tertunda, Produksi Seragam Gratis Siswa Baru di Kutim Mulai Dikerjakan, Target Rampung September  

Ia juga menyebutkan, menanggapi situasi ini, pihak BPBD PPU juga mengonfirmasi akan segera menerbitkan SK Bupati terkait status bencana meteorologi di PPU, menindaklanjuti SK Gubernur Kaltim.

Untuk mempermudah armada mobil tangki dalam pengisian air bersih tanpa harus masuk terlalu jauh ke area instalasi utama. Ia mencontohkan seperti di Waru yang berjarak sekitar 4 kilometer ke dalam. Perumda Air Minum Danum Taka kini tengah menyiapkan infrastruktur keran instalasi "belalai" tambahan.

"Rencananya, titik pengisian tersebut akan ditempatkan di sekitar area Masjid dekat Kantor Kecamatan Waru," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
kemarau panjang Abdul Rasyid Perumda Air Minum Danum Taka krisis air