Cabai hingga Telur Turun Harga, TPID PPU Siapkan Empat Langkah Tekan Inflasi

Ahmad Maki • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:01 WIB
RAPAT: Melalui rakor inflasi TPID PPU terus berupaya maksimal menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di PPU.
RAPAT: Melalui rakor inflasi TPID PPU terus berupaya maksimal menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di PPU.

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Meski tiga komoditas utama membayangi kenaikan inflasi di Penajam Paser Utara (PPU), potensi deflasi pada sejumlah komoditas pangan lainnya masih mampu menahan laju lonjakan harga secara keseluruhan.

Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda PPU, Krisna Aditama, mencatat ada tujuh komoditas utama yang justru mengalami deflasi (penurunan harga) cukup dalam pada periode minggu keempat Juli 2026.

"Komoditas tersebut meliputi cabai rawit, kangkung, tomat, cabai merah, bawang merah, telur ayam, dan ikan layang," kata Krisna, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Dihantam Angin Selatan dan Pasokan Seret, Tiga Komoditas Ini Mengancam Inflasi di PPU

Namun, memasuki masa transisi dari musim hujan di awal triwulan III menuju musim kemarau, Pemkab PPU menaruh perhatian khusus pada potensi kendala cuaca.

"Perubahan iklim ini dinilai berisiko mengganggu volume produksi serta meningkatkan biaya pengiriman, terutama pada komoditas hortikultura," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi dan menindaklanjuti arahan pusat dari Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kemendagri RI, TPID PPU menyiapkan serangkaian strategi.

Baca Juga: DPMD PPU Targetkan Perbup Desa Persiapan Tuntas Akhir Tahun, Ini Peta Pemekaran Wilayahnya

Mulai dari monitoring stok dan harga harian secara ketat di pasar-pasar tradisional, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta operasi pasar berkala, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mengamankan rantai pasok serta percepatan masa tanam dan gerakan pemanfaatan lahan pekarangan oleh masyarakat.

"TPID PPU terus berupaya maksimal menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan. Sinergi ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan warga PPU," pungkas Krisna. (*)

Editor : Duito Susanto
TPID PPU kenaikan harga penajam paser utara pemkab ppu pengendalian inflasi