Antisipasi Dampak El Nino 2026, Polres dan DLH PPU Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla

Ari Arief • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 09:24 WIB
Ilustrasi sosialisasi kesiapsiagaan karhutla El Nino 2026.(generate ai)
Ilustrasi sosialisasi kesiapsiagaan karhutla El Nino 2026.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Akibat Dampak El Nino Tahun 2026 secara virtual (Zoom Meeting), Kamis (30/7). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres PPU ini berlangsung di Aula Polres PPU.

Agenda tersebut diikuti oleh Wakapolres PPU, Sekretaris DLH PPU, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, serta perwakilan instansi terkait lainnya. Rapat koordinasi ini digelar sebagai langkah konkrit memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi lonjakan potensi karhutla selama musim kemarau akibat fenomena El Nino.

Baca Juga: Sidang Korupsi RS Bekokong Ungkap Kontrak Jarak Jauh hingga Proyek Minus 10 Persen

Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menyampaikan bahwa melalui pertemuan ini seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di tingkat daerah diharapkan semakin siap menjalankan langkah-langkah pencegahan, deteksi dini, hingga penanggulangan bencana karhutla secara terpadu.

"Kami menegaskan komitmen DLH PPU untuk terus bersinergi dengan Polri, pemerintah pusat, Pemkab PPU, dan seluruh pihak terkait. Ini demi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla, menjaga kelestarian lingkungan, kualitas udara, serta keselamatan masyarakat," ujar Muhammad Sukadi Kuncoro, Jumat (31/7).

Baca Juga: Gagal Paripurna di Juli, DPRD Kaltim Bawa Usulan Hak Angket ke Rapat Banmus 4 Agustus

Dalam pengarahannya, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menekankan tiga poin utama kepada seluruh jajaran di daerah: kesiapsiagaan penuh menghadapi dampak El Nino, pemanfaatan peta suhu (heat map) sebagai basis deteksi dini titik rawan api, serta penguatan manajemen penanggulangan bencana secara holistik.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kehutanan Rohstrida Soetarto memaparkan pembaruan data monitoring penanganan karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Rugby Masuk Daftar Rumor Pencoretan Porprov Kaltim, PRUI Kukar Pilih Wait and See

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memaparkan proyeksi perkembangan musim kemarau tahun 2026 dan menyusun strategi penguatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai pilar mitigasi utama.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup menggarisbawahi strategi khusus penanganan karhutla pada ekosistem lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Adapun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan skema pendampingan, pengendalian, serta penguatan koordinasi penanggulangan bencana daerah sepanjang tahun 2026.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
DLH polres ppu karhutla