KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Lokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang berada persis di pinggir Jalan Trans Kaltim-Kalsel memicu kekhawatiran mendalam. Jalur lintas provinsi yang menikung tajam di dekat area sekolah ini dinilai sangat rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas), bahkan telah beberapa kali merenggut korban jiwa.
Kekhawatiran tersebut dirasakan langsung oleh orang tua murid dan masyarakat sekitar. Terlebih, jalur ini menjadi titik padat kendaraan berat dan umum, terutama pada jam-jam rawan saat siswa berangkat dan pulang sekolah.
Kepala SDN 011 Penajam, Sri Lestari, membenarkan kondisi pelik yang tengah dihadapi pihak sekolah saat ini. Menurutnya, kerawanan di jalur tersebut semakin berlipat ganda karena sekolah saat ini tidak memiliki tenaga keamanan internal.
Baca Juga: Hormati Guru, Perkuat Karakter Anak Lewat Kolaborasi Sekolah dan Keluarga
"Tenaga keamanan di SDN 011 Penajam mengundurkan diri dengan alasan diterima bekerja di perusahaan," kata Sri Lestari saat dikonfirmasi, Jumat (31/7).
Pihak sekolah sebenarnya tidak tinggal diam. Upaya pengisian posisi penjaga sekolah telah ditempuh melalui jalur administratif dengan bersurat kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Namun, langkah tersebut terkendala oleh regulasi daerah yang berlaku.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Siswa Jadi Sorotan, Lim Rahman Dorong Parenting Berkelanjutan di Sekolah
"Sudah kami ajukan ke dinas pendidikan untuk penggantian, tetapi ada edaran dari bupati terkait larangan pengangkatan tenaga honorer," jelasnya.
Kendati demikian, pihak sekolah terus berupaya mencari solusi konkret demi memprioritaskan keselamatan para pelajar di jalan raya. Salah satu langkah taktis yang diambil adalah mengaktifkan kembali koordinasi dengan aparat kepolisian lalu lintas.
Sri Lestari mengungkapkan, pihaknya telah menghubungi Satlantas Polres PPU untuk meminta bantuan penjagaan fisik di jalan raya pada jam masuk dan pulang sekolah, mengingat telah terjalin kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak sekolah dan kepolisian. "Ini sedang dalam proses," katanya.
Baca Juga: Bukan Didikan Keras, Psikolog Ungkap Kunci Orang Tua Cegah Anak Terjerumus Kekerasan
Warga dan orang tua murid berharap penanganan darurat dari pihak kepolisian maupun instansi terkait bisa segera direalisasikan di lapangan. Langkah ini dinilai mendesak guna menghindari jatuhnya korban jiwa di kalangan anak didik yang setiap hari harus menyeberangi jalur lintas provinsi tersebut.(*)
Editor : Thomas Priyandoko