KALTIMPOST.ID, PENAJAM– Keunggulan madu kelulut (stingless bee) asal Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), kini tak hanya dirasakan masyarakat lokal. Lewat jaringan pertemanan dan kualitas kemurnian produk yang terjaga, khasiat madu racikan Jaisbee Farm garapan Ahmad Jais, didampingi rekannya, Supriyanto, telah dirasakan hingga ke mancanegara.
Pengalaman masa lalu Ahmad Jais sebagai mantan karyawan perusahaan pertambangan sebelum diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), memberikan berkah tersendiri.
Baca Juga: Mau Obrolan Makin Nyambung? Coba 7 Cara Orang Cerdas Membuka Percakapan
Rekan-rekan lamanya yang kini bekerja di berbagai belahan dunia menjadi jembatan bagi produk madu lokal Penajam untuk melintasi batas negara.
"Paling jauh pemesanan pernah dikirim ke Qatar dan Australia. Teman-teman yang masih aktif ditambang yang sudah bekerja di luar negeri tahu saya membudidayakan kelulut, jadi mereka memesan secara langsung untuk dibawa ke Qatar," cerita Jais, bangga.
Madu lebah tanpa sengat itu begitu diminati. Jais dan Supriyanto memiliki alasan kuat, mengapa mereka lebih mengunggulkan khasiat stingless bee dibandingkan lebah biasa (Apis). Menurutnya, anatomi tubuh lebah kelulut yang jauh lebih kecil dibandingkan lebah Apis, memungkinkan mereka menyusup hingga ke dalam kelopak bunga paling dalam. Hal itu membuat nektar dan inti sari makanan yang diserap jauh lebih kaya akan nutrisi dan enzim alami.
“Selain itu, salah satu keunggulan lebah kelulut, propolisnya diekspor untuk dijadikan alat kosmetik dan kesehatan. Kemarin saat pameran di IKN, salah satu narasumber sempat menawarkan para petani untuk mengumpulkan dan mengirim propolis ke beliau untuk diolah dan dikirim ke berbagai negara di luar negeri,” ungkap Jais, dikonfimasi, Minggu (2/8).
Selain itu, Jais menjuluki lebah kelulut sebagai "lebah jujur". Apa yang didapat lebah di alam liar, itu yang murni dituangkan ke dalam kantong-kantong madu tanpa manipulasi.
"Satu koloni yang sama, kalau dipanen di beda bulan atau beda musim, rasanya bisa berubah. Musim hujan dan musim kemarau rasa madunya bisa berbeda karena sangat tergantung nektar bunga yang diminum lebah saat itu. Makanya kami sebut lebah jujur," jelas Jais.
Secara umum, cita rasa dasar dari madu kelulut adalah dominan asam dan segar. Sangat berbeda dengan madu lebah biasa yang identik dengan rasa manis pekat. Namun, bergantung pada vegetasi bunga di sekitar pekarangan, rasa madu kelulut bisa sangat kaya.
Supriyanto menambahkan, karakter rasa madu kelulut tergolong unik. Ada rasa nano-nano. Ada rasa asam segar (karakter utama), manis alami serta pahit lembut (dari nektar pohon atau getah tertentu).
Dari sisi penampilan fisik, madu kelulut murni umumnya berwarna cenderung gelap. Jais kerap menganalogikan perbedaan lebah Apis dan lebah kelulut seperti ayam ras dan ayam kampung. Menurutnya, kelulut adalah ayam kampungnya. Lebih alami, berkhasiat tinggi, dan tempaan alamnya kuat.
Dari 27 kotak koloni yang dimilikinya, sisa sekitar 17 kotak koloni yang saat ini masih bertengger dihalaman pekarangan rumahnya. Lengkap dengan hiasan aneka bunga penghasil nektar, seperti tanaman merambat Air Mata Pengantin, Santos Lemon, hingga Batavia.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Pengobatan HIV, Obat Baru Ini Berhasil Lewati Uji Klinis Awal
Jais mengingatkan keajaiban alami madu sebagai salah satu dari sedikit bahan pangan di dunia yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa jika disimpan dengan benar.
"Di Google pun dicatat, salah satu makanan yang tidak bisa basi adalah madu murni. Bahkan di makam Firaun pernah ditemukan cairan madu berusia 3.000 tahun yang masih utuh dan tetap layak dikonsumsi. Itulah hebatnya nutrisi yang disajikan oleh lebah," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A