Mampu Dongkrak Nilai Sapi hingga Rp 15 Juta, PPU Kembali Ajukan Pasokan Straw dan Nitrogen Cair, Ternyata Hasilnya Begini

Ahmad Maki • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:22 WIB
Ristu Pramula - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian PPU
Ristu Pramula - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian PPU

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Kebutuhan layanan Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai masih jauh dari kata cukup.

Meski 400 dosis straw bantuan awal telah habis disalurkan, kuota tersebut dipastikan belum mampu mengcover seluruh potensi populasi sapi betina produktif yang tersebar di empat kecamatan.

Merespons tingginya keluhan dan desakan para peternak lokal, Dinas Pertanian PPU telah melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah provinsi guna mengamankan pasokan tambahan, belum lama ini.

Baca Juga: Mutasi Polri Terbaru 30 Juli 2026, Daftar Jenderal Pensiun dan Pejabat Dapat Jabatan Baru

"Sudah berkoordinasi dan menggelar rapat dengan pihak provinsi. Setelah 400 dosis sebelumnya habis, kami mengajukan permohonan tambahan sekitar 300 dosis lagi, lengkap dengan permohonan bantuan nitrogen cairnya," ucap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula, Minggu (2/8).

Ristu mengakui, akumulasi 700 dosis straw tersebut sebenarnya masih sangat terbilang minim. Pasalnya, variasi jenis bibit yang disalurkan tidak hanya untuk satu jenis sapi.

“Melainkan terbagi atas bibit unggul sapi Bali, Simmental, Limousin, hingga Brahman yang harus diperhitungkan pembagiannya ke empat kecamatan di PPU,” katanya.

Baca Juga: Sudah Niat Berhenti Merokok tapi Selalu Gagal? Dokter Beberkan Faktanya

Namun, pemaksimalan metode kawin suntik itu terus dikejar karena dinilai jauh lebih menguntungkan dan efektif dibanding perkawinan sapi secara alami. 

Melalui teknik IB, peternak memiliki kebebasan menentukan silangan genetika terbaik untuk menghasilkan keturunan berkualitas super. "Sistem IB jauh lebih bagus karena bibitnya bisa kita pilih. Misalnya induk sapi Bali dikawinkan dengan bibit Limousin, atau induk Brahman dengan Simmental," jelasnya.

Inovasi persilangan bibit unggul ini terbukti menaikkan nilai ekonomis ternak milik warga secara drastis. Kualitas fisik anak sapi (pedet) hasil persilangan IB memiliki daya jual yang sangat tinggi di pasaran.

Baca Juga: Baru Update Minecraft? Ini Hal Penting yang Perlu Dipahami Sebelum Buat Dunia Survival

"Hasil IB ini betul-betul bibit terbaik. Sapi hasil kawin suntik yang baru berusia 5 bulan pasca-kelahiran saja harganya sudah bisa menembus Rp15 juta. 

Karena itu kami terus berupaya agar pasokan dari provinsi bisa segera terealisasi," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
dongkrak omzet Nitrogen cair penajam paser utara peternak sapi