PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi membuka Job Fair (JF) 2026 di Gedung Graha Pemuda Penajam, Selasa (5/8). Bursa kerja yang berlangsung selama dua hari, hingga 6 Agustus, itu menghadirkan 26 perusahaan dari berbagai sektor usaha untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Adriani Amsyar, mengatakan pada hari pertama pelaksanaan diperkirakan sekitar 450 pencari kerja hadir untuk mencari informasi dan melamar pekerjaan.
"Di hari pertama, tercatat pencaker yang hadir diperkirakan kurang lebih 450 orang," kata Adriani, yang akrab disapa A'ad.
Ia menjelaskan, sebanyak 26 perusahaan berpartisipasi dalam Job Fair tahun ini. Rinciannya terdiri atas 10 perusahaan sektor perbankan dan keuangan, lima perusahaan sektor jasa dan industri, tiga perusahaan sektor perkebunan dan pertanian, tiga perusahaan sektor perhotelan, dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor telekomunikasi dan jaringan seluler, serta dua perusahaan sektor otomotif.
Baca Juga: Diserap di Job Fair PPU, PT Prima Multi Usaha Indonesia Langsung Rekrut Puluhan Pencaker
"Jadi totalnya genap 26 perusahaan," ujarnya.
Menurut A'ad, pelaksanaan Job Fair bertujuan memfasilitasi pertemuan antara perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
Selain memperluas akses informasi lowongan kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu membantu perusahaan memperoleh sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
"Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk mempermudah pencari kerja mendapatkan pekerjaan dan mempermudah perusahaan memperoleh sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Job Fair PPU 2026 dibiayai melalui APBD Kabupaten PPU pada subkegiatan penyelenggaraan bursa kerja (Job Fair) di bawah program Disnakertrans. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat membantu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Editor : Muhammad Ridhuan