Sekkab PPU Soroti Minimnya Investasi, Job Fair 2026 Hanya Sediakan 250 Lowongan

Ahmad Maki • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:01 WIB
Sekkab PPU, Tohar.
Sekkab PPU, Tohar.

PENAJAM – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menyoroti terbatasnya peluang kerja yang tersedia dalam Job Fair PPU 2026. Menurutnya, berkurangnya jumlah perusahaan peserta dibanding tahun sebelumnya menjadi cerminan masih lesunya investasi yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Tohar usai meninjau stan perusahaan dalam pelaksanaan Job Fair PPU 2026 di Gedung Graha Pemuda Penajam, Rabu (5/8).

"Salah satu catatan penting tahun ini adalah partisipasi perusahaan yang tidak sebanyak tahun lalu. Ini berkaitan erat dengan perkembangan ekonomi nasional. Hampir dapat dipastikan tidak ada investasi baru, kecuali perusahaan bertahan (survive) dengan investasi yang ada," ujarnya.

Baca Juga: Job Fair PPU 2026 Dibuka, 26 Perusahaan Sediakan Ratusan Peluang Kerja

Tohar menjelaskan, penciptaan lapangan kerja sangat bergantung pada masuknya investasi baru. Tanpa ekspansi usaha maupun investasi baru, perusahaan cenderung hanya mempertahankan operasional sehingga kebutuhan tenaga kerja juga terbatas.

Meski demikian, ia bersyukur PPU masih dapat menyelenggarakan bursa kerja secara mandiri. Menurutnya, sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur bahkan tidak menggelar kegiatan serupa karena minimnya lowongan pekerjaan yang tersedia.

Selain itu, Tohar menilai kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan juga menjadi tantangan tersendiri. Mayoritas lowongan yang ditawarkan mensyaratkan kompetensi khusus, termasuk untuk posisi manajer pemasaran (marketing manager).

"Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pencari kerja lokal maupun HRD perusahaan," katanya.

Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan indikator sektor perbankan. Berdasarkan data yang diterimanya, penyaluran kredit masih didominasi kredit konsumsi, sedangkan porsi pembiayaan untuk investasi relatif kecil, hanya sekitar 18 persen.

"Minimnya arus modal investasi ini berimbas langsung pada terbatasnya lapangan kerja baru," ujarnya.

Tohar juga menyoroti kesenjangan antara jumlah lowongan dan pencari kerja. Dalam Job Fair tahun ini tersedia sekitar 250 lowongan, sedangkan jumlah pencari kerja yang terdaftar mencapai 2.446 orang.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang harus bersaing untuk memperoleh pekerjaan.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menciptakan lapangan kerja secara langsung, melainkan berperan sebagai fasilitator agar iklim investasi semakin kondusif.

"Tugas pemerintah adalah menyediakan infrastruktur dasar, salah satunya memfasilitasi perizinan secara mudah tanpa melanggar regulasi yang berlaku," pungkasnya.

 
 
Editor : Muhammad Ridhuan
investasi PPU lowongan kerja PPU Job Fair PPU 2026 Sekkab PPU ketenagakerjaan PPU