KALTIMPOST.ID-Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mulai menyaring pejabat untuk mengisi lima posisi strategis di lingkungan pemerintahan.
Sebanyak 33 peserta yang lolos seleksi administrasi mengikuti tahapan uji kompetensi dan penulisan makalah Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Ballroom Novotel Balikpapan, Senin (10/8).
Bupati PPU Mudyat Noor yang membuka kegiatan menegaskan, jabatan eselon II bukan sekadar simbol status maupun gengsi.
Baca Juga: Jalan hingga Ramp Door Perlu Perbaikan, Pelabuhan Feri Kariangau Balikpapan Diadang Masalah Anggaran
Posisi tersebut merupakan amanah yang menuntut integritas, tanggung jawab, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Jabatan bukan sekadar gengsi. Jabatan adalah amanah. Yang dibutuhkan bukan hanya orang yang ingin menduduki jabatan, tetapi orang yang siap bekerja, siap bertanggung jawab, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tegas Mudyat.
Menurutnya, tantangan birokrasi semakin kompleks, terutama ketika pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal.
Kondisi tersebut menuntut kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi mampu menciptakan terobosan serta membangun kolaborasi.
“Kita membutuhkan kepala OPD yang mampu berkolaborasi. Setiap kepala OPD harus bisa menemukan solusi bersama dan menghasilkan satu rumusan atau tujuan untuk pembangunan PPU,” ujarnya.
Seleksi terbuka tersebut digelar untuk mengisi lima posisi JPT Pratama, yakni kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kepala Dinas Kesehatan, serta kepala Dinas Pendidikan.
Dari 33 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, sebanyak 32 orang mengikuti tahapan uji kompetensi. Satu peserta tidak bisa mengikuti ujian karena terkendala kondisi kesehatan.
Baca Juga: Dari Ruang Kelas ke Aksi Hijau: Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Bahasa di SMA 1 Loa Kulu
Sekkab PPU Tohar mengatakan, rangkaian seleksi dirancang untuk mendapatkan figur dengan rekam jejak, kapasitas, dan kemampuan kepemimpinan yang memadai.
Penulisan makalah menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat visi serta gagasan peserta apabila dipercaya memimpin perangkat daerah.
“Dalam penulisan makalah, tawarkan apa yang menjadi program unggulan. Nantinya itu bisa menjadi kontrak kepala dinas kepada bupati, sehingga terlihat bahwa calon kepala dinas memiliki keinginan kuat dan mimpi tinggi, bukan sekadar melaksanakan rutinitas,” kata Tohar.
Sementara itu, Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Jawa Timur Anom Surahno menjelaskan, asesmen akan menggali berbagai aspek dari setiap peserta.
Mulai kompetensi manajerial, pengalaman dan potensi kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, integritas, hingga komitmen terhadap pembangunan PPU.
Seleksi tersebut diharapkan menghasilkan pejabat yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan jabatan. Penempatan figur yang tepat menjadi penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Benuo Taka. (ami/adv/rd)
Editor : Romdani.