KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Inovasi layanan publik berbasis kecerdasan buatan mulai diterapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Chatbot AI NAVARA (Navigator Tata Ruang PPU) digadang-gadang mampu memangkas jalur birokrasi sekaligus menghemat biaya operasional dinas.
Menariknya, layanan tersebut hanya membutuhkan biaya sewa server sekitar Rp400 ribu per bulan. Sementara itu, biaya penggunaan Large Language Model (LLM) menyesuaikan tingkat pemakaian.
Baca Juga: 11 Siswa di Bontang Diduga Keracunan MBG, Begini Kondisinya di Rumah Sakit
Kepala Bidang Penataan Ruang PUPR PPU, MS Hadi, mengatakan gagasan NAVARA berawal dari studi ilmu dalam Pelatihan Dasar (Latsar) yang dikembangkan oleh timnya.
Gagasan tersebut kemudian diusulkan dalam Kegiatan Inovasi Daerah (Inovda) dengan dukungan penuh dari Plt. Kepala Dinas PUPR PPU.
“Layanan ini meminimalkan pertanyaan-pertanyaan berulang yang sering ditanyakan masyarakat, seperti syarat dokumen atau biaya izin. Ini sangat efisien karena memangkas waktu, biaya, dan tenaga masyarakat tanpa kita harus menambah operasional front office khusus,” jelas MS Hadi, Senin (10/8/2026).
Berpotensi Diperluas
Dari sisi pembiayaan, NAVARA dinilai cukup efisien untuk mendukung pelayanan publik. Dengan biaya sewa server sekitar Rp400 ribu per bulan, layanan ini dapat menangani kebutuhan informasi masyarakat secara digital.
Bahkan, kapasitas server yang digunakan NAVARA berpotensi direplikasi untuk membuat hingga 10 chatbot lain di lingkungan PUPR maupun dinas terkait.
“Kapasitas server tersebut bahkan berpotensi direplikasi hingga 10 chatbot untuk bidang lain di lingkungan PUPR maupun dinas terkait,” ujarnya.
Baca Juga: AI Militer AS dan Israel Tak Berdaya Hadapi Iran, Ini 3 Kelemahan Teknologi Perang Canggih
NAVARA saat ini telah diuji coba secara aktif selama sekitar satu bulan. Sosialisasi juga dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Penajam dan Lawe-Lawe.
Meski masih dalam tahap awal, respons masyarakat terbilang tinggi.
Penata Ruang Ahli Pertama Bidang Tata Ruang PUPR PPU, Muhammad Ikhlasul Amal, mengatakan NAVARA telah mencatat lebih dari 800 interaksi layanan.
“Hingga saat ini, sistem mencatat lebih dari 800 interaksi layanan, dengan fitur kalkulator PNBP dan cek zonasi sebagai fitur yang paling banyak diakses,” ungkapnya.
Tingginya jumlah interaksi menunjukkan masyarakat mulai memanfaatkan NAVARA untuk memperoleh informasi terkait layanan tata ruang dan PUPR tanpa harus melalui proses pelayanan secara konvensional.
Saat ini, PUPR PPU juga terus melakukan verifikasi data secara berkala untuk memastikan informasi yang diberikan NAVARA tetap akurat.
Selain itu, proses verifikasi resmi melalui Meta untuk akun WhatsApp NAVARA tengah dilakukan guna mendapatkan status verified business atau centang biru.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat menggunakan layanan berbasis AI tersebut. (*)
Editor : Ery Supriyadi