KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sinergi lintas elemen di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diwujudkan lewat aksi nyata melestarikan warisan sejarah.
Personel Polsek Penajam bersama TNI, pemerintah kelurahan, ormas, hingga mahasiswa menggelar gotong royong membersihkan kawasan cagar budaya meriam peninggalan Jepang di Jalan Kapao, RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, PPU, Rabu (12/8).
Baca Juga: Urus SKCK di Polres PPU, Warga Pulang Bawa Bendera Merah Putih
Aksi penataan situs bersejarah ini melibatkan unsur Koramil Penajam, Polsek Penajam, Subdenpom PPU, staf Kelurahan Gunung Seteleng, Pemuda Pancasila, Komando Kawal Muhammadiyah (Kokam), serta mahasiswa KKN Universitas Balikpapan (Uniba).
Sejumlah pejabat daerah turut turun langsung mendampingi warga, di antaranya Dandim 0913/PPU, Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyuono, Dansub Denpom PPU, Kapten Cpm Samsul Arifin, Danramil Penajam, Kapten Inf H Imam Syafi’i, serta Lurah Gunung Seteleng, Yusdar Yusuf.
Baca Juga: Antisipasi Karhutla di PPU, Pasukan Gabungan dan Sarpras Siap Siaga
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan bahu-membahu mengecat ulang meriam bersejarah dan pagar pengaman, membabat rumput liar, membenahi lingkungan sekitar, hingga memoles kawasan tersebut dengan hiasan umbul-umbul merah putih.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam, AKP Syaifudin menegaskan, aksi gotong royong ini merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dengan merawat jejak perjuangan bangsa.
Baca Juga: Kapolres PPU Beri Warning Keras, Tekan Karhutla, Sikat Narkoba di Internal
"Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus kita maknai dengan memperkuat persatuan dan gotong royong. Menjaga cagar budaya adalah tanggung jawab bersama. Peninggalan sejarah ini menjadi pengingat bagi generasi muda akan perjalanan panjang bangsa sebelum meraih kemerdekaan," kata Syaifudin.
Dari jajaran Polsek Penajam, kegiatan di lapangan dikawal langsung oleh Ps Kanit Provos Aipda Zet Untung, Ps Kanit Samapta Aipda Rachmad Hidayat, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Seteleng, Aipda Paimin.
Baca Juga: Ditemukan Bukaan Lahan di Karst Batu Putih, Kaliorang dengan Luas Diperkirakan Capai 50 Hektare
Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat ini sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi publik dan memperkokoh rasa memiliki terhadap aset sejarah daerah.
Melalui penataan cagar budaya meriam Jepang Gunung Seteleng ini, sinergitas aparat dan masyarakat PPU membuktikan bahwa nilai-nilai kemerdekaan dapat dihidupkan lewat kerja nyata yang memberi manfaat langsung bagi edukasi dan pelestarian sejarah lokal.(*)
Editor : Thomas Priyandoko