Sekolah Internasional Rp250 Miliar Segera Dibangun di PPU, 5.000 Siswa Diprediksi Berebut Kursi

Ahmad Maki • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:33 WIB
Bupati PPU Mudyat Noor
Bupati PPU Mudyat Noor.

PENAJAM – Pemerintah pusat mengucurkan anggaran Rp250 miliar untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Proyek tersebut memasuki tahap persiapan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU menyelesaikan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) bersama kementerian terkait. Jika tidak ada kendala, pembangunan fisik sekolah dijadwalkan dimulai November 2026.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan kehadiran SNT menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Terlebih, PPU memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“SNT ini dirancang bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan pusat pembentukan generasi PPU yang berkarakter, unggul, dan siap bersaing di era IKN. Pembangunan fisiknya dijadwalkan mulai November mendatang,” ujar Mudyat, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Program Dana Bergulir Bank Manfaat PPU Disetop, Sisa Tunggakan UMKM Masih Capai Rp 1,17 Miliar

Hanya PPU dan Mahakam Ulu di Kaltim

Mudyat menyebut pembangunan SNT merupakan program yang cukup selektif. Di Kalimantan Timur, hanya PPU dan Kabupaten Mahakam Ulu yang mendapat kepercayaan pemerintah pusat untuk menjalankan program tersebut.

Meski diprioritaskan bagi putra-putri daerah, siswa yang ingin masuk sekolah tersebut tetap harus melewati proses seleksi.

Sekolah ini akan dibuka untuk jenjang SMP dengan penerapan kurikulum dan standar pendidikan yang mengacu pada kualifikasi internasional.

“Meski ditujukan untuk memprioritaskan putra-putri daerah, akses masuk ke sekolah jenjang SMP ini dipastikan tidak cuma-cuma,” jelasnya.

5.000 Calon Siswa Diprediksi Ikut Seleksi

Standar pendidikan yang diterapkan membuat proses penerimaan siswa akan dilakukan secara ketat. Pemkab PPU memperkirakan sekitar 5.000 calon siswa akan bersaing memperebutkan kursi yang tersedia.

Mudyat menegaskan prioritas tetap diberikan kepada siswa asal PPU. Namun, status sebagai putra-putri daerah tidak otomatis menjamin diterima karena setiap calon siswa harus memenuhi persyaratan dan lolos tes.

“Siswa utamanya memang dari PPU, tetapi wajib lulus tes seleksi karena kurikulum dan standarnya mengacu pada kualifikasi internasional,” tegasnya.

Pemkab PPU berharap kehadiran SNT dapat memperkuat kualitas SDM daerah sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan kawasan IKN.

Lulusan sekolah tersebut diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika pembangunan kawasan IKN di masa mendatang.

Editor : Muhammad Ridhuan
Sekolah Nasional Terintegrasi SNT PPU sekolah internasional PPU penajam paser utara IKN