Anggaran Terbatas, Pembangunan Taman Tematik Waru dan Babulu PPU Ditunda hingga 2028

Ahmad Maki • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 04:02 WIB
Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU Khairil Achmad
Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU Khairil Achmad

KALTIMPOST.ID-Rencana Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) memperluas ruang terbuka hijau (RTH) publik melalui pembangunan taman tematik di tingkat kecamatan harus tertunda.

Keterbatasan anggaran membuat pembangunan taman di Kecamatan Waru dan Babulu belum dapat direalisasikan tahun ini.

Kepala Bidang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU Khairil Achmad mengatakan, rencana pembangunan taman sebelumnya telah disiapkan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur berbasis lingkungan.

Namun, kondisi keuangan daerah membuat anggaran pembangunan belum dapat dialokasikan. Proyek tersebut diharapkan kembali diusulkan untuk tahun anggaran 2028.

Baca Juga: Bupati Kubar Lepas Ribuan Peserta Pawai Obor, Lanjut Pimpin Pelipatan Merah Putih

“Karena keterbatasan anggaran, untuk tahun ini belum bisa kita alokasikan. Melihat situasi keuangan daerah, kami berharap proyek ini dapat kembali diusulkan dan terealisasi pada tahun anggaran 2028 mendatang,” kata Khairil, Jumat (14/8).

Pada tahap awal, pembangunan taman tematik diprioritaskan di Waru dan Babulu. Di Waru, lokasi yang disiapkan berada di samping Jembatan Tunan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya direncanakan menjadi lokasi jembatan timbang Dinas Perhubungan.

Sementara di Babulu, taman direncanakan memanfaatkan kawasan bekas rumah dinas camat yang sempat difungsikan sebagai kantor Bank Kaltimtara.

“Untuk spesifikasi luas lahan, masing-masing lokasi memiliki luas kurang dari satu hektare,” ujarnya.

Berdasarkan sertifikat hak pakai, lahan di Babulu memiliki luas sekitar 9.400 meter persegi.

Karakteristik lahannya memanjang dengan lebar bagian depan sekitar 27 meter dan panjang mencapai 300 meter. Adapun lahan yang disiapkan di Waru diperkirakan memiliki luasan tidak jauh berbeda.

Baca Juga: Tanam 1.708 Pohon di IKN, Rektor Universitas Mulia Sebut Investasi Ekologis untuk Masa Depan

Dari perencanaan awal atau full design, pembangunan masing-masing taman membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar. 

Dengan demikian, kebutuhan pembangunan dua taman tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 miliar.

Menurut Khairil, pembangunan taman di Waru membutuhkan pekerjaan infrastruktur cukup besar karena kondisi lahan memerlukan penimbunan tanah.

“Beban anggaran infrastruktur untuk lokasi di samping Jembatan Tunan Waru terbilang cukup besar karena kondisi tapak membutuhkan proses penimbunan tanah yang lumayan banyak,” jelasnya.

Untuk taman di Babulu, Disperkimtan berencana mempertahankan bangunan bekas kantor camat yang masih berada di lokasi.

Bangunan tersebut tidak akan dibongkar, melainkan direhabilitasi sebagai area naungan dan fasilitas penunjang aktivitas masyarakat, terutama ketika hujan.

Keberadaan taman tematik nantinya akan menambah pilihan ruang publik di PPU. Saat ini, daerah tersebut tercatat memiliki sedikitnya lima taman utama dengan luasan relatif besar, ditambah sejumlah taman berskala kecil yang berada di median maupun lahan berbentuk segitiga di kawasan jalan.

Meski pembangunan Waru dan Babulu tertunda, rencana tersebut tetap diarahkan untuk memperluas RTH sekaligus menyediakan ruang aktivitas masyarakat di tingkat kecamatan. (rd)

Editor : Romdani.
pembangunan taman penajam paser utara ibu kota nusantara kecamatan waru Kutai Barat