Tekan Pengangguran di PPU, Disnakertrans Maksimalkan Job Fair di Tengah Efisiensi Anggaran

Ahmad Maki • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:46 WIB
DINANTIKAN: Disnakertrans PPU mengklaim efektivitas dan kemeriahan acara Job Fair 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. IST/KP
DINANTIKAN: Disnakertrans PPU mengklaim efektivitas dan kemeriahan acara Job Fair 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. IST/KP

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Kepala Disnakertrans PPU, Adriani Amsyar, mengungkapkan penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja atau job fair yang belum lama ini digelar, belum sepenuhnya menuntaskan beban pengangguran di daerah.

Menurutnya, dari target kuota sekitar 250 lowongan kerja yang dibuka pada tahun ini, dampaknya terhadap penurunan persentase pengangguran secara keseluruhan masih tergolong kecil.

"Secara persentase memang terbilang kecil untuk langsung menekan angka pengangguran secara drastis. Namun, ini bagian dari langkah berkesinambungan pemerintah daerah," ujar Adriani, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, selain job fair, Disnakertrans PPU juga terus menyiapkan alternatif lain berupa program pelatihan kerja. Hanya saja, pelaksanaan pelatihan saat ini memiliki tantangan tersendiri menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Baca Juga: Kubar Jadi Magnet Baru Wisata Kaltim? Perjalanan Wisnus Naik 13,41 Persen

"Program pelatihan di tengah kondisi sekarang ini susah-susah gampang, apalagi berkaitan dengan efisiensi anggaran. Dari kami di Disnakertrans tetap berupaya memaksimalkan kondisi keuangan yang ada. Misalkan teranggarkan 100 persen, kita jalankan seoptimal mungkin," terangnya.

Dalam penyelenggaraan job fair tahun ini, Disnakertrans PPU bahkan berhasil melakukan efisiensi hingga 50 persen dari alokasi dana APBD yang disiapkan sekitar Rp 87 juta. Meski anggaran terpangkas, efektivitas dan kemeriahan acara justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Satu sisi progres fisik tercapai, dan efisiensi anggaran pemerintah pun terlaksana. Alhamdulillah, berdasarkan laporan teman-teman di lapangan, antusiasme peserta justru lebih meriah dibanding tahun lalu," tambahnya.

Adriani juga memberikan apresiasi kepada sejumlah perwakilan perusahaan yang bertindak responsif dengan melakukan penerimaan pencari kerja (pencaker) secara langsung di lokasi acara.

Baca Juga: Parkir Berlangganan Samarinda Segera Diuji Coba, Pemkot Samarinda Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar

"Ada beberapa perusahaan yang memiliki biro perwakilan di PPU langsung menerima pencaker di tempat. Ini hal yang sangat positif. Andaikan semua perusahaan peserta bisa melakukan hal serupa, tentu penyerapan tenaga kerja bisa melebihi target awal 250 lowongan," ungkapnya.

Berdasarkan data Disnakertrans PPU, jumlah pencari kerja yang tercatat secara keseluruhan mencapai 776 orang. Pihak dinas akan terus mengawal proses seleksi yang dilakukan oleh 26 perusahaan peserta job fair.

"Setelah dua minggu berjalan, kami akan melakukan konfirmasi dan verifikasi kembali ke pihak perusahaan untuk mendapatkan data pasti berapa jumlah pencaker yang resmi diterima bekerja," tutup Adriani.

Diketahui, berdasarkan data rekapitulasi pelaksanaan kegiatan Job Fair yang diinisiasi oleh Disnakertrans PPU, jumlah perusahaan yang berpartisipasi pada Tahun Anggaran (TA) 2026 tercatat sebanyak 26 perusahaan, hanya selisih perusahaan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 29 perusahaan. Namun, pelaksanaan bursa kerja tahun 2026 menunjukkan dinamika menarik dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia merincikan, penurunan paling kentara terlihat pada ketersediaan lowongan pekerjaan. Pada Job Fair 2025, ketersediaan lowongan mencapai 1.105 posisi. Namun, pada Job Fair 2026, jumlah lowongan yang dibuka terbilang sedikit, yakni hanya sebanyak 250 lowongan.

Baca Juga: Butuh Biaya Pipa Rp15 Miliar: Rasyid Sebut Air Void Eks PT PPC Belum Bisa Langsung Dipakai

"Lonjakan justru terjadi pada angka kehadiran dan partisipasi pencari kerja. Pada hari pertama Job Fair 2026, tercatat ada 450 pencari kerja yang hadir, naik lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan hari pertama Job Fair 2025 yang mencatatkan 210 pencari kerja," kata Adriani Amsyar.

Kemudian peningkatan ini berlanjut pada hari kedua, di mana jumlah pencari kerja mencapai 205 orang pada tahun 2026, berbanding 103 orang pada tahun 2025.

Peningkatan antusiasme ini juga berbanding lurus dengan jumlah lamaran yang masuk di setiap stan pameran. Berdasarkan absensi di stan perusahaan. Hari pertama, jumlah pelamar tercatat sebanyak 497 orang pada tahun 2026, meningkat pesat dari angka 272 pelamar pada tahun 2025.

Baca Juga: Waduh Gawat! Banyak Pelajar di Balikpapan Ditemukan Mengalami Gangguan Mata, Hasil dari CGK

Kemudian di hari berikutnya, jumlah pelamar di stan mencapai 269 orang, melampaui pencapaian tahun 2025 yang sebanyak 111 pelamar.

"Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan tingginya tingkat persaingan di mana jumlah pencari kerja dan berkas lamaran mengalami lonjakan signifikan di tengah keterbatasan ketersediaan lowongan kerja yang dibuka oleh perusahaan pendukung," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
lowongan kerja PPU Job Fair PPU 2026 pencari kerja PPU job fair Penajam Paser Utara lowongan kerja PPU 2026