KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Program Kerja Tahunan yang dirangkai dengan Diskusi Panel Strategi Menghadapi Tantangan Sosial serta Perumusan Pembangunan Keumatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai I Kantor Pemkab PPU, Kamis (20/8).
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pengurus masjid, yayasan Islam, serta berbagai lembaga keagamaan se-Kabupaten PPU.
Baca Juga: Jaga Amanah Muzakki, MUI PPU Dorong Penerapan Fatwa Pengawasan Syariah Lembaga Zakat
Mewakili Bupati PPU H. Mudyat Noor, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin secara resmi membuka agenda tersebut. Dalam sambutannya, Abdul Waris menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD MUI PPU atas inisiasi forum strategis ini.
"Forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang penting untuk menyatukan pemikiran, memperkuat ukhuwah, serta merumuskan langkah nyata dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," kata Abdul Waris Muin membaca sambutan Bupati PPU, Mudyat Noor.
Baca Juga: Digembleng Pusat, 30 PPPK Kemenag PPU Dituntut Kerja Efektif dan Berdampak
Ia menegaskan, tantangan sosial saat ini kian kompleks. Perkembangan teknologi dan media sosial membawa dampak besar, namun di sisi lain memicu persoalan moral, kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, hingga penyalahgunaan narkoba. Oleh sebab itu, peran ulama dan tokoh agama sangat dibutuhkan sebagai benteng moral dan mitra strategis pemerintah.
"MUI memiliki posisi yang sangat strategis. Kami berharap forum ini tidak berhenti pada wacana atau diskusi semata, tetapi melahirkan program konkret yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.
Baca Juga: Mayoritas Tanah Wakaf Masjid di PPU Cuma Berbekal Surat Kades, BPN Desak Sertifikasi
Sementara itu, dalam sesi diskusi panel yang dirangkai pada acara tersebut, hadir dua narasumber utama, yakni Ketua Umum MUI PPU, KH. Abu Hasan Mubarok dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) PPU, H. Muhammad Syahrir.
Kedua narasumber membedah langkah-langkah strategis, mulai dari penguatan pendidikan karakter generasi muda, pemberdayaan ekonomi umat, ketahanan keluarga, hingga efektivitas dakwah yang sejuk dan mencerahkan untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten PPU.
Baca Juga: Keluhan Tagihan Jargas PPU Membengkak, Manajemen Tak Berikan Tanggapan
Melalui kegiatan ini, Pemkab PPU dan MUI berharap terbangun sinergi yang makin kokoh antara ulama, umara (pemerintah), dan elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang religius, sejahtera, dan berdaya saing.(*)
Editor : Thomas Priyandoko