KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah proaktif menggaet dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemkab PPU resmi mengajukan proposal program budidaya ikan tematik khusus komoditas nila dan lele untuk tahun anggaran mendatang.
Baca Juga: BRIN Dorong Digitalisasi KPM PKH Paser untuk Putus Rantai Kemiskinan
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar Mulyadi, mengungkapkan bahwa sejauh ini penerima manfaat program budidaya tematik tersebut masih terfokus di wilayah Pulau Jawa.
"Oleh karena itu, PPU mengambil langkah responsif agar alokasi program tersebut dapat menembus wilayah Kalimantan, khususnya PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN)," kata Musa, sapaan akrab Musakkar Mulyadi, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Kadar Garam Sungai Sangatta Sempat Lampaui Baku Mutu, Perumdam Pastikan IPA Kabo Masih Aman
Proposal tersebut disampaikan secara langsung oleh Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Embongbulan, saat melakukan kunjungan kerja ke pihak kementerian belum lama ini.
"Pihak kementerian menyambut baik dan menerima proposal kita. Bahkan sebelum diminta resmi, kita sudah berinisiatif mengajukan duluan," jelasnya.
Baca Juga: Pertamina Akui Penggunaan Pertalite di Balikpapan Over Kuota, Pemkot Minta Tambahan Stok
Sebagai langkah awal, Dinas Perikanan PPU telah menyiapkan dua lokasi fokus utama yang telah ditinjau dan diverifikasi kesiapannya di lapangan, yakni Desa Labangka Barat dan Desa Bangun Mulya. Langkah pengusulan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menyiasati keterbatasan anggaran daerah.
"Harapan kita, tahun depan program ini masuk ke PPU. Apalagi di tengah kondisi keuangan daerah saat ini, menggaet dana APBN adalah langkah yang sangat baik," pungkas Musa. (*)
Editor : Sukri Sikki